Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk melumpuhkan kapabilitas rudal balistik Iran menghadapi tantangan besar. Kemampuan militer 'Negeri para Mullah' disebut masih bertahan meski digempur serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel selama lebih dari sebulan terakhir.
Berdasarkan laporan intelijen AS yang dikutip The New York Times, Jumat (3/4) waktu setempat, bahwa personel Iran diketahui mampu menggali kembali bunker dan silo rudal bawah tanah yang hancur, lalu mengoperasikannya kembali hanya dalam hitungan jam setelah serangan.
Selain itu, intelijen AS menilai Teheran masih memiliki jumlah signifikan rudal dan peluncur mobile yang tersisa. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai sejauh mana Washington telah berhasil mencapai tujuannya untuk melumpuhkan kemampuan balistik Iran.
Seorang pejabat Barat menyebut Iran saat ini meluncurkan sekitar 15 hingga 30 rudal balistik dan 50 hingga 100 drone bunuh diri setiap hari di kawasan konflik.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa AS kesulitan memastikan jumlah peluncur rudal yang benar-benar hancur. Pasalnya, Iran menggunakan umpan (decoy) untuk mengecoh serangan, sementara peluncur yang tertimbun reruntuhan dapat dengan cepat dipulihkan dan kembali digunakan.
“Teheran berupaya mempertahankan sebanyak mungkin kemampuan peluncuran rudalnya agar tetap dapat mengancam kawasan, baik selama konflik berlangsung maupun setelahnya,” kata pejabat AS kepada The New York Times.
Sementara itu, laporan lain dari CNN menyebut sekitar setengah dari peluncur rudal balistik Iran masih utuh meski telah dihantam gelombang serangan udara.
Namun, sebagian peluncur tersebut saat ini tidak dapat diakses karena tertimbun puing-puing akibat serangan.
Hingga saat ini, Iran tercatat telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik ke arah Israel. Meski sistem pertahanan udara Israel (IDF) mengeklaim tingkat intersepsi mencapai 92%, beberapa rudal dengan hulu ledak konvensional dan bom klaster tetap berhasil menembus kawasan pemukiman, menyebabkan kerusakan luas di ratusan titik dampak.
Meski demikian, sejumlah rudal tetap berhasil menghantam wilayah permukiman. Sedikitnya 12 rudal bermuatan bahan peledak konvensional dilaporkan menyebabkan kerusakan besar, sementara lebih dari 30 insiden melibatkan rudal dengan hulu ledak klaster yang menghantam area sipil. (The Times of Israel/B-3)
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Inggris hentikan kerja sama intelijen dengan Amerika Serikat di Karibia, karena menilai serangan militer AS terhadap kapal penyelundup narkoba melanggar hukum internasional.
Ia menyebut kejadian tersebut sebagai “angsa hitam”, yakni situasi tak terduga yang muncul setelah Indonesia relatif aman dari aksi pengeboman selama tiga tahun terakhir.
Menelaah penggunaan Infrared Search and Track (IRST) oleh Iran sebagai alternatif radar konvensional untuk mendeteksi dan menghancurkan jet siluman F-35.
Analisis teknologi radar Rezonans-NE dan sistem rudal Bavar-373 milik Iran dalam upaya mendeteksi dan melumpuhkan jet siluman F-35.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengkritik Barat soal kemunafikan HAM dan konflik global, tegaskan Malaysia tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved