Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Benarkah Iran masih Kuat? Intelijen AS Sebut Teheran Mampu Pulihkan Bunker dan Peluncur Rudal dalam Hitungan Jam Pascaserangan

Haufan Hasyim Salengke
04/4/2026 15:27
Benarkah Iran masih Kuat? Intelijen AS Sebut Teheran Mampu Pulihkan Bunker dan Peluncur Rudal dalam Hitungan Jam Pascaserangan
Jejak rudal balistik Iran terlihat di langit di atas wilayah Netanya, Israel, pada 4 April 2026.(Jack Guez/AFP)

UPAYA Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk melumpuhkan kapabilitas rudal balistik Iran menghadapi tantangan besar. Kemampuan militer 'Negeri para Mullah' disebut masih bertahan meski digempur serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel selama lebih dari sebulan terakhir.

Berdasarkan laporan intelijen AS yang dikutip The New York Times, Jumat (3/4) waktu setempat, bahwa personel Iran diketahui mampu menggali kembali bunker dan silo rudal bawah tanah yang hancur, lalu mengoperasikannya kembali hanya dalam hitungan jam setelah serangan.

Selain itu, intelijen AS menilai Teheran masih memiliki jumlah signifikan rudal dan peluncur mobile yang tersisa. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai sejauh mana Washington telah berhasil mencapai tujuannya untuk melumpuhkan kemampuan balistik Iran.

Seorang pejabat Barat menyebut Iran saat ini meluncurkan sekitar 15 hingga 30 rudal balistik dan 50 hingga 100 drone bunuh diri setiap hari di kawasan konflik.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa AS kesulitan memastikan jumlah peluncur rudal yang benar-benar hancur. Pasalnya, Iran menggunakan umpan (decoy) untuk mengecoh serangan, sementara peluncur yang tertimbun reruntuhan dapat dengan cepat dipulihkan dan kembali digunakan.

“Teheran berupaya mempertahankan sebanyak mungkin kemampuan peluncuran rudalnya agar tetap dapat mengancam kawasan, baik selama konflik berlangsung maupun setelahnya,” kata pejabat AS kepada The New York Times.

Sementara itu, laporan lain dari CNN menyebut sekitar setengah dari peluncur rudal balistik Iran masih utuh meski telah dihantam gelombang serangan udara.

Namun, sebagian peluncur tersebut saat ini tidak dapat diakses karena tertimbun puing-puing akibat serangan.

Hingga saat ini, Iran tercatat telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik ke arah Israel. Meski sistem pertahanan udara Israel (IDF) mengeklaim tingkat intersepsi mencapai 92%, beberapa rudal dengan hulu ledak konvensional dan bom klaster tetap berhasil menembus kawasan pemukiman, menyebabkan kerusakan luas di ratusan titik dampak.

Meski demikian, sejumlah rudal tetap berhasil menghantam wilayah permukiman. Sedikitnya 12 rudal bermuatan bahan peledak konvensional dilaporkan menyebabkan kerusakan besar, sementara lebih dari 30 insiden melibatkan rudal dengan hulu ledak klaster yang menghantam area sipil. (The Times of Israel/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya