Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kecamuk perang di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Liga Arab resmi menunjuk diplomat kawakan Mesir, Nabil Fahmy, 75, sebagai Sekretaris Jenderal baru. Penunjukan aklamasi dalam pertemuan virtual para menteri luar negeri Arab, Minggu (29/3) waktu setempat, menempatkan Fahmy pada posisi krusial saat kawasan sedang didera ketegangan luar biasa akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.
Fahmy akan memulai masa jabatan lima tahunnya pada Juli 2026, menggantikan Ahmed Aboul Gheit yang telah menjabat sejak 2016. Penunjukan ini sekaligus menegaskan tradisi panjang sejak 1945--dengan satu pengecualian pada 1979--bahwa sosok Mesir tetap dipercaya memimpin organisasi beranggotakan 22 negara ini.
Berdasarkan Piagam Liga Arab, sekretaris jenderal ditunjuk melalui dukungan minimal dua pertiga suara negara anggota. Meski piagam tidak mengatur kewarganegaraan tertentu, posisi tersebut secara tradisional dipegang oleh warga Mesir, mengingat Kairo menjadi markas organisasi yang berdiri sejak 1945 itu.
Satu-satunya pengecualian terjadi pada 1979, ketika diplomat Tunisia, Chedli Klibi, menjabat sebagai Sekjen hingga 1990. Saat itu, keanggotaan Mesir sempat dibekukan setelah penandatanganan perjanjian damai dengan Israel.
Mesir kembali menjadi anggota penuh pada 1989, dan markas besar Liga Arab pun kembali ke Kairo.
Di bidang akademik, Fahmy mendirikan School of Global Affairs and Public Policy di American University in Cairo dan kini menyandang status dekan emeritus.
Ia juga berasal dari keluarga diplomat. Ayahnya, Ismail Fahmy, menjabat Menteri Luar Negeri Mesir pada 1973–1977 di era Presiden Anwar Sadat. Ismail Fahmy mundur dari jabatannya sebagai bentuk protes atas kunjungan bersejarah Sadat ke Yerusalem, yang kemudian membuka jalan bagi hubungan diplomatik Mesir dan Israel.
Integritas sang ayah nampaknya menurun pada Nabil. Sebelum mencapai puncak karier di Liga Arab, ia dikenal sebagai arsitek kebijakan luar negeri yang mumpuni. Nabil pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Mesir (2013-2014) dan menjadi ujung tombak diplomasi Kairo sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat (1999-2008) serta Jepang (1997-1999).
Kombinasi antara ketajaman akademis dan pengalaman lapangan ini diharapkan mampu membawa terobosan memimpin 22 negara anggota Liga Arab yang kini menghadapi tantangan eksistensial, dari serangan proksi, stabilitas ekonomi, hingga ancaman program nuklir di kawasan dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks. ( Asharq Al-Awsat/The New Arab/B-3)
Al Hilal sukses bungkam Al Nassr 3-1 di Liga Arab Saudi. Gol Cristiano Ronaldo dibalas aksi Salem Al Dawsari, Mohamed Kanno, dan Ruben Neves.
Pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka menuai kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional.
Indonesia mengecam keras RUU kedaulatan Israel di Tepi Barat yang dinilai sebagai langkah aneksasi ilegal.
LIGA Arab dan OKI mengecam langkah Israel yang mengusir paksa warga Palestina dari Jalur Gaza dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menjamin perlindungan mereka.
Negara-negara Liga Arab mengutuk keras serangan udara Israel terhadap Iran. Mereka mendesak Israel segera menghentikan eskalasi militer tersebut.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Komandan Polisi Dubai Dhahi Khalfan desak negara Teluk perkuat hubungan dengan Israel dan Barat, serta kritik negara Arab lain di tengah perang regional melawan Iran.
DUNIA dikejutkan peristiwa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Kemhan memastikan kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan internal dilakukan sebagai langkah antisipatif. Itu bukan karena kondisi darurat,
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyampaikan proposal berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya meredakan konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved