Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

AS Ajukan Proposal 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Konflik Timur Tengah

Khoerun Nadif Rahmat
25/3/2026 13:27
AS Ajukan Proposal 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Konflik Timur Tengah
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri)(AFP)

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyampaikan proposal berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya meredakan konflik di Timur Tengah

Informasi tersebut dilaporkan pada Selasa (24/3) oleh The New York Times, mengutip dua pejabat yang mengetahui jalannya diplomasi tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan, proposal disalurkan melalui Pakistan dan mencakup sejumlah langkah strategis, termasuk pengaturan terkait program nuklir Iran, pengembangan rudal balistik, serta keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah Teheran akan menerima tawaran tersebut. Sikap Israel terhadap proposal itu juga belum jelas, sementara konflik yang telah memasuki pekan keempat terus berlanjut dengan rangkaian serangan dan aksi balasan.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Kepala Angkatan Darat Pakistan, Syed Asim Munir, berperan sebagai mediator penting antara Washington dan Teheran. 

Islamabad bahkan menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah perundingan jika kedua pihak sepakat.

Sementara itu, pada Senin (23/3) Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda selama lima hari terhadap serangan yang menyasar pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. 

Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah adanya pembicaraan yang sangat baik dan produktif dengan pihak Iran dalam dua hari terakhir.

Di sisi lain, pejabat Iran mengonfirmasi telah menerima pesan dari sejumlah negara sahabat yang menyampaikan permintaan Amerika Serikat untuk membuka negosiasi guna mengakhiri konflik. 

Namun, mereka menegaskan tidak ada pembicaraan langsung antara Teheran dan Washington.

Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel diketahui melancarkan serangan udara ke Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara lain seperti Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. 

Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu stabilitas pasar global dan lalu lintas penerbangan internasional. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya