Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Aksi No Kings Meluas, Warga AS Tolak Kebijakan Trump

Ferdian Ananda Majni
29/3/2026 16:57
Aksi No Kings Meluas, Warga AS Tolak Kebijakan Trump
Demonstrasi No Kings.(Al Jazeera)

JUTAAN warga di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) turun ke jalan dalam aksi No Kings untuk memprotes kebijakan Presiden Donald Trump

Gelombang demonstrasi bertajuk No Kings mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap arah pemerintahan saat ini.

Aksi ini digelar secara luas, mulai dari kota besar hingga wilayah pinggiran, dengan tuntutan yang beragam. 

Para demonstran menyuarakan penolakan terhadap kebijakan imigrasi, konflik dengan Iran, hingga meningkatnya biaya hidup. 

Meski latar belakang peserta berbeda, sebagian besar menyampaikan kekhawatiran terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.

Di Minneapolis, seorang demonstran menyebut keikutsertaannya sebagai bentuk tanggung jawab sebagai warga negara. 

"Demokrasi sedang terancam," ujarnya dikutip CNN, Minggu (29/3).

Nada serupa juga disampaikan oleh Tom Arndorfer yang membawa poster bertuliskan Elvis adalah satu-satunya raja. Ia menilai kondisi saat ini memprihatinkan. 

"Sangat menyedihkan apa yang terjadi di negara ini dan di dunia. Saya hanya ingin suara saya didengar bersama orang lain," katanya.

Di Chicago, seorang veteran bernama Chris Holy mengaku baru pertama kali ikut dalam aksi protes. Ia merasa situasi yang berkembang tidak lagi bisa diabaikan. 

"Saya melihat ketidakadilan yang terjadi. Menurut saya, apa yang dialami masyarakat saat ini tidak benar, dan saya ingin menyampaikan ketidakpuasan saya," jelasnya.

Aksi serupa juga berlangsung di New York City. Seorang demonstran bernama Yohanna mengatakan alasan keikutsertaannya terlalu banyak untuk dirangkum dalam satu poster. 

"Kalau kita ingin demokrasi, kita harus ikut berpartisipasi dan menjaganya," ujarnya.

Sementara itu, di Portland, perwakilan serikat guru Fedrick Ingram mengajak masyarakat tetap optimistis di tengah situasi yang dinilai penuh tantangan. 

"Kita pernah mengalami masa sulit sebelumnya, dengan kebijakan dan pemimpin yang tidak ideal. Tapi kita selalu bisa bangkit dengan bersatu," katanya.

Di Los Angeles, demonstrasi berlangsung dengan suasana relatif santai namun tetap sarat pesan politik. Musik salsa mengiringi peserta aksi yang membawa poster anti-perang dan mengenakan berbagai kostum unik. Salah satu peserta menegaskan aksi dilakukan secara damai. 

"Ini cara kami menyampaikan pesan tanpa kekerasan, dengan cara yang ringan tapi tetap bermakna," ujarnya.

Namun demikian, tidak semua aksi berjalan kondusif. Di pusat kota Los Angeles, aparat keamanan dilaporkan menggunakan gas air mata setelah sebagian demonstran melempar benda ke arah gedung federal. 

Polisi setempat menyatakan beberapa orang ditangkap karena tidak membubarkan diri setelah peringatan diberikan.

Secara keseluruhan, aksi No Kings mencerminkan meningkatnya partisipasi publik dalam menyuarakan aspirasi politik di Amerika Serikat. 

Seorang peserta di Sacramento berharap demonstrasi ini dapat memengaruhi pilihan politik masyarakat ke depan. 

"Semoga lebih banyak orang mulai memikirkan siapa yang mereka pilih," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya