Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pemerintah Naikkan Harga BBM di Sri Lanka Imbas Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Khoerun Nadif Rahmat
22/3/2026 18:12
Pemerintah Naikkan Harga BBM di Sri Lanka Imbas Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Colombo, Ibu Kota Sri Lanka( Ishara S. KODIKARA / AFP)

KRISIS energi di Sri Lanka kian genting setelah pemerintah setempat kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kedua kalinya dalam dua pekan terakhir akibat konflik di Timur Tengah.

Langkah drastis itu diambil sebagai upaya antisipasi terhadap dampak berkepanjangan dari serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang mengancam stabilitas pasokan energi global.

Harga bensin reguler melonjak menjadi 398 rupee per liter atau sekitar Rp77 ribu. Sebelumnya 317 rupee atau sekitar Rp62 ribu.

Sementara itu, harga bahan bakar diesel, yang menjadi tumpuan sektor transportasi publik, naik 79 rupee atau sekitar Rp15,5 ribu hingga menyentuh angka 382 rupee atau sekitar Rp75 ribu.

Otoritas terkait, berharap kebijakan ini dapat menekan angka penggunaan bahan bakar di tengah ketidakpastian stok. 

"Kami berharap dapat mencapai pengurangan konsumsi bahan bakar sebesar 15 hingga 20 persen dengan kenaikan terbaru ini,” ujar seorang pejabat di Ceylon Petroleum Corporation sebagaimana dikutip dari AFP.

Kenaikan harga itu sejalan dengan arahan Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake yang meminta jajarannya bersiap menghadapi situasi terburuk di kawasan Timur Tengah.

"Negara harus bersiap menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang dapat memengaruhi pasokan energi pulau ini," katanya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik