Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, pertama kalinya menyampaikan pernyataan kepada publik sejak menjabat. Dalam pesan yang disiarkan televisi pemerintah, Kamis (12/3) waktu setempat, ia menegaskan Iran akan menutup Selat Hormuz dan membalas serangan.
Pesan tersebut disampaikan melalui pembaca berita televisi negara karena Mojtaba tidak muncul secara langsung di layar. Hingga kini tidak ada rekaman video atau foto terbaru dirinya sejak ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Dalam pernyataannya, Mojtaba menegaskan Iran akan membalas kematian warga negaranya dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
“Kami akan membalas darah rakyat Iran yang telah gugur,” katanya dalam pesan yang dibacakan oleh televisi pemerintah.
Dia juga menyebut Iran dapat memanfaatkan pemblokiran Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.
Selain itu, Mojtaba memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak lagi menampung pangkalan militer Amerika Serikat. Ia mengatakan Iran tetap menginginkan hubungan baik dengan negara tetangga, namun mereka harus menentukan sikap dalam konflik yang sedang berlangsung.
Ia kemudian menyerukan agar pangkalan militer Amerika di kawasan segera ditutup. Mojtaba juga mengatakan Iran akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah selama konflik masih berlangsung.
“Kami berbagi perbatasan darat maupun laut dengan 15 negara tetangga dan selalu menginginkan hubungan yang hangat serta konstruktif dengan mereka,” ujarnya.
“Negara-negara tersebut harus memperjelas sikap terhadap pihak yang menyerang tanah air kami dan membunuh rakyat kami," tambahnya.
Ia juga menyinggung serangan terhadap sebuah sekolah di kota Minab yang disebutnya sebagai kejahatan terhadap anak-anak. Laporan media Amerika menyebut penyelidikan awal militer AS menduga serangan itu terjadi akibat kesalahan penargetan di dekat fasilitas militer.
Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret setelah ayahnya, Ali Khamenei, gugur dalam serangan udara pada hari pertama perang.
Serangan terhadap kompleks pemimpin tertinggi Iran tersebut juga menewaskan istri Mojtaba serta seorang anaknya. Laporan awal menyebut ibunya turut tewas namun kemudian media Iran menyatakan ia masih hidup.
Sejumlah laporan menyebut Mojtaba mengalami luka ringan dalam serangan itu meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisinya.
Dalam pesan perdananya, Mojtaba mengatakan ia mengetahui penunjukannya sebagai pemimpin tertinggi Iran melalui siaran televisi pemerintah.
“Saya mengetahui hasil pemungutan suara Majelis Ahli pada saat yang sama dengan Anda semua melalui televisi Republik Islam,” ujarnya. (H-4)
Konflik Timur Tengah eskalasi! AS dan Israel luncurkan serangan udara ke Iran saat Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi gantikan ayahnya.
Presiden Pezeshkian dan seluruh kekuatan militer Iran resmi bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, guna memperkuat persatuan melawan agresi.
Kenali profil Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang kini menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Simak rekam jejak, pengaruh di IRGC, dan kontroversinya.
DITUNJUKNYA Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menarik perhatian global tidak hanya karena implikasi geopolitiknya, tetapi terungkapnya jaringan kerajaan properti global
MONTJABA Khamenei resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved