Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, memberikan peringatan keras mengenai masa depan hubungan bilateral antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Dalam konferensi pers tahunannya, Wang menegaskan bahwa stabilitas hubungan kedua negara merupakan kunci utama bagi perdamaian dunia.
"Hubungan antara Tiongkok dan AS mempengaruhi kepentingan banyak pihak dan berdampak pada seluruh dunia. Jika kedua negara tidak bekerja sama, hal itu hanya akan menyebabkan kesalahpahaman, salah penilaian, konflik, konfrontasi, dan kerusakan lebih lanjut terhadap perdamaian," tegas Wang Yi di sela-sela Sidang Keempat Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Beijing, Minggu (8/3/2026).
Pernyataan ini mempertegas sikap Beijing pascapertemuan bilateral antara Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di sela-sela Konferensi Keamanan Munich pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi krusial sebagai bagian dari persiapan pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump yang dijadwalkan pada April 2026.
Wang menyampaikan bahwa kedua kepala negara telah memberikan arahan strategis agar tahun 2026 menjadi momentum untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.
"Dialog lebih baik daripada konfrontasi. Kerja sama lebih baik daripada konflik," ujar Wang Yi sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Di pihak lain, Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengonfirmasi bahwa pertemuan antara Rubio dan Wang Yi berlangsung positif dan konstruktif. Fokus utama kedua diplomat tersebut adalah memastikan komunikasi yang berorientasi pada hasil nyata dalam isu bilateral maupun global.
Pigott menambahkan bahwa kedua pihak secara intensif membahas rencana kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke Tiongkok pada April 2026. Kunjungan ini diharapkan mampu meredakan tensi yang sempat memanas di kawasan.
Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Wang Yi memaparkan bahwa Tiongkok memandang hubungan dengan Washington dari perspektif tanggung jawab terhadap sejarah. Ia melihat ada dua kemungkinan arah hubungan ke depan:
"Kami berharap skenario pertama yang terjadi, tetapi kami juga sudah siap menghadapi berbagai risiko jika skenario kedua yang diambil," tutup Wang Yi.
Sidang KRN (NPC) sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 12 Maret 2026, di mana kebijakan luar negeri Tiongkok untuk satu tahun ke depan akan menjadi salah satu poin utama yang difinalisasi oleh badan legislatif tertinggi negara tersebut. (Sputnik-Oana/Ant/I-2)
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
TIONGKOK menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Taiwan yang menyimulasikan penguasaan serta pemblokadean wilayah-wilayah strategis di pulau tersebut, Senin (29/12).
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
DEPARTEMEN Pertahanan AS atau Pentagon bersiap menerapkan pembatasan baru terhadap korporasi yang menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam daftar 1260H.
LAPORAN rahasia Pentagon menyingkapkanAS diprediksi akan mengalami kekalahan besar dan berpotensi kehilangan kapal induk utamanya jika berusaha menggagalkan invasi Tiongkok ke Taiwan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved