Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Menlu Tiongkok Wang Yi Ingatkan AS: Dialog Lebih Baik daripada Konfrontasi

Media Indonesia
08/3/2026 18:33
Menlu Tiongkok Wang Yi Ingatkan AS: Dialog Lebih Baik daripada Konfrontasi
Wang Yi.(Al Jazeera)

MENTERI Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, memberikan peringatan keras mengenai masa depan hubungan bilateral antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Dalam konferensi pers tahunannya, Wang menegaskan bahwa stabilitas hubungan kedua negara merupakan kunci utama bagi perdamaian dunia.

"Hubungan antara Tiongkok dan AS mempengaruhi kepentingan banyak pihak dan berdampak pada seluruh dunia. Jika kedua negara tidak bekerja sama, hal itu hanya akan menyebabkan kesalahpahaman, salah penilaian, konflik, konfrontasi, dan kerusakan lebih lanjut terhadap perdamaian," tegas Wang Yi di sela-sela Sidang Keempat Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Beijing, Minggu (8/3/2026).

Pertemuan Strategis Wang Yi dan Marco Rubio di Munich

Pernyataan ini mempertegas sikap Beijing pascapertemuan bilateral antara Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di sela-sela Konferensi Keamanan Munich pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi krusial sebagai bagian dari persiapan pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump yang dijadwalkan pada April 2026.

Wang menyampaikan bahwa kedua kepala negara telah memberikan arahan strategis agar tahun 2026 menjadi momentum untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.

"Dialog lebih baik daripada konfrontasi. Kerja sama lebih baik daripada konflik," ujar Wang Yi sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Persiapan Kunjungan Donald Trump ke Tiongkok

Di pihak lain, Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengonfirmasi bahwa pertemuan antara Rubio dan Wang Yi berlangsung positif dan konstruktif. Fokus utama kedua diplomat tersebut adalah memastikan komunikasi yang berorientasi pada hasil nyata dalam isu bilateral maupun global.

Pigott menambahkan bahwa kedua pihak secara intensif membahas rencana kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke Tiongkok pada April 2026. Kunjungan ini diharapkan mampu meredakan tensi yang sempat memanas di kawasan.

Dua Skenario Masa Depan Hubungan Tiongkok-AS

Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Wang Yi memaparkan bahwa Tiongkok memandang hubungan dengan Washington dari perspektif tanggung jawab terhadap sejarah. Ia melihat ada dua kemungkinan arah hubungan ke depan:

  • Skenario Pertama: Kerja sama yang saling menguntungkan (win-win solution).
  • Skenario Kedua: Konfrontasi jika Amerika Serikat terus memilih kebijakan yang menekan dan membatasi Tiongkok.

"Kami berharap skenario pertama yang terjadi, tetapi kami juga sudah siap menghadapi berbagai risiko jika skenario kedua yang diambil," tutup Wang Yi.

Sidang KRN (NPC) sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 12 Maret 2026, di mana kebijakan luar negeri Tiongkok untuk satu tahun ke depan akan menjadi salah satu poin utama yang difinalisasi oleh badan legislatif tertinggi negara tersebut. (Sputnik-Oana/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya