Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer mempertanyakan masih tersimpannya jutaan dokumen kasus Jeffrey Epstein dan menyinggung kemungkinan adanya informasi sensitif yang melibatkan Presiden Donald Trump yang belum dibuka ke publik.
Dalam pidatonya di Senat, Rabu (4/2), Schumer mengatakan transparansi penuh belum tercapai dan publik masih belum mengetahui isi keseluruhan berkas kasus tersebut.
"Kita tidak tahu apa lagi yang tersisa di dalam berkas itu, terutama informasi yang berkaitan dengan Donald Trump," kata Schumer.
Schumer mengarahkan sorotannya pada Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang, menurut dia, tidak menunjukkan independensi dalam menangani publikasi dokumen Epstein. Ia mempertanyakan apakah ada dokumen yang sengaja ditahan karena berpotensi merugikan posisi politik Trump.
Ia bahkan menilai para pejabat di Departemen Kehakiman tidak lagi bertindak independen.
"Trump memilih orang-orang di Departemen Kehakiman untuk menjadi 'anjing penyerang' dan bonekanya sendiri. Mereka kehilangan independensi, dan itulah alasan mengapa kami tidak memercayai mereka," ujar Schumer.
Pernyataan Schumer disampaikan sebagai respons atas pernyataan Trump sehari sebelumnya yang meminta publik Amerika Serikat untuk "move on" setelah rilis dokumen terbaru terkait Epstein. Trump juga menuding Epstein dan sejumlah pihak lain telah bersekongkol untuk merusak citra politiknya.
Schumer kemudian menagih janji Trump untuk membuka seluruh dokumen kasus Epstein secara transparan.
"Amerika tidak akan melangkah maju sampai Donald Trump memenuhi janjinya terkait transparansi penuh. Dan saat ini, kita bahkan belum mendekati itu," kata Schumer.
Sebagian dokumen kasus Epstein telah dirilis dan menyebut sejumlah tokoh publik. Namun Schumer menyatakan masih ada banyak berkas yang belum dibuka ke publik.
Jeffrey Epstein ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan prostitusi anak. Ia sebelumnya divonis pada 2008 di negara bagian Florida setelah mengaku bersalah merekrut anak di bawah umur untuk melakukan prostitusi. Vonis tersebut menuai kritik karena dinilai sebagai hasil kesepakatan pengurangan hukuman. (Anadolu/Ant/I-1)
Hillary Clinton menegaskan di depan Kongres hubungan suaminya dengan Jeffrey Epstein berakhir bertahun-tahun sebelum skandal kriminal mencuat.
Hillary Clinton membantah terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein saat bersaksi di depan Kongres AS. Ia menantang Donald Trump untuk melakukan hal yang sama.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Bill Clinton dengan Jeffrey Epstein dan peran Ghislaine Maxwell sebagai 'makelar' sosial.
Hillary Clinton memberikan kesaksian pedas di hadapan komite DPR AS terkait kasus Jeffrey Epstein. Ia menuding Partai Republik melakukan pengalihan isu untuk melindungi Donald Trump.
Hillary dan Bill Clinton akhirnya bersedia memberikan kesaksian terkait kasus Jeffrey Epstein untuk menghindari tuntutan penghinaan Kongres
Ahli biologi molekuler Dr. Richard Axel mengundurkan diri dari jabatan direktur institut bergengsi setelah dokumen mengungkap hubungan jangka panjangnya dengan Jeffrey Epstein.
SENATOR Carolina Selatan, AS, Lindsey Graham, menyampaikan permohonan yang sangat keras kepada Presiden Donald Trump untuk menyingkirkan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Senator Demokrat AS dari California, Alex Padilla, ditahan saat mencoba mengajukan pertanyaan ke Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem.
Senator Alex Padilla diborgol dan dipaksa keluar saat konferensi pers terkait penggerebekan imigrasi di Los Angeles.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved