Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Senator AS Khawatir Dokumen Epstein Sengaja Ditahan untuk Lindungi Trump

Irvan Sihombing
06/2/2026 18:38
Senator AS Khawatir Dokumen Epstein Sengaja Ditahan untuk Lindungi Trump
Ilustrasi(Anadolu)

PEMIMPIN Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer mempertanyakan masih tersimpannya jutaan dokumen kasus Jeffrey Epstein dan menyinggung kemungkinan adanya informasi sensitif yang melibatkan Presiden Donald Trump yang belum dibuka ke publik.

Dalam pidatonya di Senat, Rabu (4/2), Schumer mengatakan transparansi penuh belum tercapai dan publik masih belum mengetahui isi keseluruhan berkas kasus tersebut.

"Kita tidak tahu apa lagi yang tersisa di dalam berkas itu, terutama informasi yang berkaitan dengan Donald Trump," kata Schumer.

Schumer mengarahkan sorotannya pada Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang, menurut dia, tidak menunjukkan independensi dalam menangani publikasi dokumen Epstein. Ia mempertanyakan apakah ada dokumen yang sengaja ditahan karena berpotensi merugikan posisi politik Trump.

Ia bahkan menilai para pejabat di Departemen Kehakiman tidak lagi bertindak independen.

"Trump memilih orang-orang di Departemen Kehakiman untuk menjadi 'anjing penyerang' dan bonekanya sendiri. Mereka kehilangan independensi, dan itulah alasan mengapa kami tidak memercayai mereka," ujar Schumer.

Menagih Janji Transparansi

Pernyataan Schumer disampaikan sebagai respons atas pernyataan Trump sehari sebelumnya yang meminta publik Amerika Serikat untuk "move on" setelah rilis dokumen terbaru terkait Epstein. Trump juga menuding Epstein dan sejumlah pihak lain telah bersekongkol untuk merusak citra politiknya.

Schumer kemudian menagih janji Trump untuk membuka seluruh dokumen kasus Epstein secara transparan.

"Amerika tidak akan melangkah maju sampai Donald Trump memenuhi janjinya terkait transparansi penuh. Dan saat ini, kita bahkan belum mendekati itu," kata Schumer.

Dokumen Epstein

Sebagian dokumen kasus Epstein telah dirilis dan menyebut sejumlah tokoh publik. Namun Schumer menyatakan masih ada banyak berkas yang belum dibuka ke publik.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan prostitusi anak. Ia sebelumnya divonis pada 2008 di negara bagian Florida setelah mengaku bersalah merekrut anak di bawah umur untuk melakukan prostitusi. Vonis tersebut menuai kritik karena dinilai sebagai hasil kesepakatan pengurangan hukuman. (Anadolu/Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya