DALAM sejarah peradaban manusia, nama Nabi Idris AS menempati posisi yang sangat istimewa. Beliau bukan sekadar utusan Allah yang membawa risalah tauhid, melainkan juga sosok inovator pertama yang memperkenalkan fondasi ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis yang kita gunakan hingga hari ini.
Dikenal sebagai manusia pertama yang mahir menulis dengan pena dan menjahit pakaian, kisah Nabi Idris AS adalah perpaduan antara ketakwaan yang dalam dan kecerdasan intelektual yang luar biasa.
Nabi Idris AS adalah keturunan keenam dari Nabi Adam AS. Dalam literatur Islam, beliau sering disebut dengan nama Akhnukh.
Gelar Idris sendiri diyakini berasal dari kata Darasa yang berarti belajar atau mengkaji. Ini merujuk pada ketekunan beliau dalam mempelajari lembaran-lembaran wahyu (suhuf) dari Allah SWT serta fenomena alam semesta.
Baca juga : Mukjizat Nabi Adam Kisah Ajaib Penciptaan Manusia Pertama
Siapakah Nabi Idris AS dalam Silsilah Kenabian?
Nabi Idris AS merupakan putra dari Yarid bin Mahlail. Beliau hidup di masa ketika manusia mulai menyebar di muka bumi setelah wafatnya Nabi Adam dan Nabi Syits.
Allah SWT memberikan pujian khusus kepada beliau dalam Al-Qur'an Surah Maryam ayat 56-57: "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris yang tersebut di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
Baca juga : Tafsir Shad Ayat 75-76 Iblis Tolak Sujud kepada Nabi Adam
Mengapa Nabi Idris AS Disebut Pelopor Literasi Pertama?
Jauh sebelum peradaban Mesopotamia atau Mesir Kuno mengeklaim penemuan tulisan, tradisi Islam mencatat bahwa Nabi Idris AS adalah orang pertama yang menggunakan kalam atau pena. Beliau memahami bahwa ilmu pengetahuan harus diikat dengan tulisan agar tidak hilang ditelan zaman.
Melalui tulisan, Nabi Idris AS mencatat wahyu, hukum-hukum Allah, dan pengamatan astronomi. Kemampuan literasi ini membuat dakwah beliau sangat terorganisir.
Beliau tidak hanya berbicara, tetapi juga meninggalkan catatan yang bisa dipelajari oleh kaumnya. Hal tersebut menjadikannya pionir dalam tradisi pendidikan dunia.
Baca juga: Kisah Nabi Syits AS Putra Nabi Adam Penjaga Nur Muhammad
Bagaimana Sejarah Nabi Idris AS Menemukan Teknik Menjahit?
Sebelum masa Nabi Idris AS, manusia umumnya mengenakan pakaian dari kulit binatang yang kasar dan tidak dijahit. Nabi Idris AS mendapatkan ilham untuk memintal benang dan menyatukan potongan kain menggunakan jarum. Beliau adalah penjahit pertama di dunia.
Ada sebuah kisah masyhur tentang etos kerja beliau. Setiap kali Nabi Idris AS menusukkan jarum ke kain, beliau selalu mengiringinya dengan kalimat tasbih (Subhanallah).
Jika lupa bertasbih, beliau akan mencabut kembali jahitan tersebut dan mengulangnya. Hal ini mengajarkan kita bahwa pekerjaan duniawi, sekecil apa pun, bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan mengingat Allah.
Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya
Apa Saja 188 Undang-Undang Nabi Idris AS?
Salah satu poin unik yang jarang dibahas secara mendalam adalah peran Nabi Idris AS sebagai pengatur tatanan sosial. Beliau menyusun sekitar 188 undang-undang untuk mengatur kehidupan bermasyarakat.
Aturan tersebut mencakup tata cara beribadah, pembagian warisan, hingga etika bertetangga dan berdagang. Beliau membagi wilayah kekuasaannya menjadi beberapa bagian dan menunjuk pemimpin di setiap wilayah untuk menegakkan keadilan.
Baca juga: Kisah Singkat 25 Nabi dan Rasul beserta Mukjizat Mereka
Kontribusi Nabi Idris AS dalam Ilmu Falak dan Matematika
Selain literasi dan keterampilan tangan, Nabi Idris AS diberkahi pengetahuan tentang pergerakan benda langit (astronomi) dan perhitungan (aritmatika). Beliau menggunakan ilmu ini untuk menentukan waktu-waktu ibadah dan memahami pergantian musim. Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi dasar bagi perkembangan ilmu sains di masa-masa berikutnya.
Mukjizat Nabi Idris AS: Perjalanan ke Langit dan Surga
Salah satu mukjizat paling fenomenal adalah ketika Nabi Idris AS diangkat ke langit dalam keadaan hidup. Kisah ini bermula dari persahabatan beliau dengan Malaikat Maut. Nabi Idris AS meminta untuk diperlihatkan dahsyatnya api neraka agar ketakwaannya meningkat dan indahnya surga agar kerinduannya kepada Allah semakin dalam.
Baca juga: Kisah Nabi Adam dari Awal Penciptaan hingga Turun ke Bumi
Setelah melihat neraka, beliau hampir pingsan karena ngeri. Namun, saat memasuki surga, beliau enggan keluar karena terpesona oleh keindahannya.
Atas izin Allah, Nabi Idris AS kemudian menempati martabat yang tinggi di langit keempat. Hal tersebut sebagaimana yang ditemui oleh Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj.
Baca juga: Doa Nabi Adam Rabbana Zholamna Anfusana Arab, Latin, dan Artinya
Pelajaran Berharga dari Kisah Nabi Idris AS
- Semangat Belajar: Nama Idris adalah simbol bahwa seorang mukmin harus menjadi pembelajar seumur hidup.
- Integritas Kerja: Menjahit sambil bertasbih menunjukkan bahwa profesionalitas harus berjalan beriringan dengan spiritualitas.
- Pentingnya Literasi: Menulis adalah cara terbaik untuk mengabadikan kebenaran dan ilmu pengetahuan.
- Keadilan Sosial: Melalui undang-undang yang disusunnya, beliau mengajarkan bahwa masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang taat hukum.
Baca juga: Kisah Nabi Adam Penciptaan Manusia Pertama
Pertanyaan Sering Diajukan Tentang Nabi Idris AS
1. Di mana Nabi Idris AS dilahirkan?
Sebagian besar ulama berpendapat Nabi Idris AS dilahirkan di Mesir (Memphis). Pendapat lain menyebutkan beliau lahir di Babylon (Irak) sebelum akhirnya berhijrah ke Mesir.
2. Apa mukjizat utama Nabi Idris AS?
Mukjizat utamanya meliputi kemampuan menulis, menjahit, pengetahuan astronomi, serta diangkatnya beliau ke langit keempat oleh Allah SWT.
Baca juga: Cerita Nabi Adam Kisah Manusia Pertama yang Penuh Hikmah
3. Apakah Nabi Idris AS masih hidup?
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mayoritas berpendapat beliau telah wafat di langit keempat setelah diangkat ke sana. Namun ada pula pendapat yang menyebut beliau tetap hidup di surga atas izin Allah.
Checklist Meneladani Nabi Idris AS di Era Modern:
Jangan lewatkan hari tanpa membaca atau mempelajari hal baru (Literasi).
Sertakan zikir dalam setiap aktivitas pekerjaan harian.
Dokumentasikan ide atau ilmu bermanfaat dalam bentuk tulisan.
Gunakan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat.
Baca juga: Doa Nabi Nuh Bacaan, Makna, dan Pelajaran untuk Kehidupan
Kisah Nabi Idris AS mengajarkan kita bahwa menjadi hamba Allah yang saleh tidak berarti harus meninggalkan urusan dunia. Justru, dengan kecerdasan dan keterampilan, seorang nabi mampu membawa perubahan besar bagi peradaban. Semoga kita bisa meneladani semangat belajar dan ketekunan beliau.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
