Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Doa Nabi Adam: Rabbana Zholamna Anfusana Arab, Latin, dan Artinya

Wisnu Arto Subari
30/12/2025 21:33
Doa Nabi Adam: Rabbana Zholamna Anfusana Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi.(Freepik)

Bacaan robbana zholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin arab merupakan salah satu munajat paling agung yang diabadikan di dalam Al-Qur'an. Kalimat ini dikenal luas sebagai Doa Nabi Adam AS, sebuah manifestasi dari penyesalan mendalam dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Doa ini menjadi landasan bagi setiap hamba yang ingin melakukan tobat nasuha dan kembali ke jalan yang diridai-Nya.

Sebagai umat Muslim, memahami makna di balik doa ini sangatlah penting. Bukan sekadar hafalan lisan, melainkan pengakuan tulus bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa, serta hanya Allah SWT yang memiliki kuasa mutlak untuk memberikan pengampunan. Doa ini termaktub dalam Surat Al-A'raf ayat 23, yang mengisahkan peristiwa tobatnya Nabi Adam AS dan Hawa setelah diturunkan dari surga.

Bacaan Doa Nabi Adam (Surat Al-A'raf Ayat 23)

Bagi Anda yang mencari teks lengkap dari doa tersebut untuk diamalkan sehari-hari, berikut adalah tulisan Arab, latin, dan terjemahannya secara lengkap:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Latin:
Qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn.

Artinya:
"Keduanya berkata: 'Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.'"

Baca juga: Tafsir Shad Ayat 75-76 Iblis Tolak Sujud kepada Nabi Adam

Tafsir dan Makna Mendalam

Memahami konteks doa ini memerlukan pendalaman terhadap tafsir Surat Al-A'raf. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa doa ini diajarkan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Adam AS ketika beliau merasa putus asa dan takut akan murka Allah SWT setelah memakan buah khuldi. Berikut adalah poin-poin penting dari tafsir ayat tersebut:

1. Pengakuan Dosa (I'tiraf)

Frasa "Rabbana zholamna anfusana" (Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri) adalah bentuk adab tertinggi seorang hamba di hadapan Sang Pencipta. Nabi Adam AS tidak mencari pembenaran atau menyalahkan godaan iblis semata, melainkan mengambil tanggung jawab penuh atas kekhilafannya. Ini mengajarkan kita bahwa langkah pertama dalam tobat adalah mengakui kesalahan tanpa denial (penyangkalan).

Baca juga: Doa Ziarah Kubur untuk Seluruh Keturunan Nabi Adam

2. Ketergantungan pada Rahmat Allah

Kalimat selanjutnya, "wa il lam tagfir lanā wa tarḥamnā" (Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami), menunjukkan tauhid yang murni. Nabi Adam menyadari bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkannya dari konsekuensi dosa selain ampunan Allah. Keselamatan di akhirat bukanlah semata-mata karena amal ibadah manusia, melainkan karena besarnya rahmat Allah SWT.

3. Ketakutan akan Kerugian Abadi

Bagian akhir doa, "lanakūnanna minal-khāsirīn" (niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi), menggambarkan visi jangka panjang seorang mukmin. Kerugian yang dimaksud bukanlah kerugian materi duniawi, melainkan kerugian di akhirat berupa hilangnya kesempatan masuk surga dan ancaman siksa neraka. Ini adalah bentuk motivasi spiritual untuk segera memperbaiki diri.

Baca juga: Mukjizat Nabi Adam Kisah Ajaib Penciptaan Manusia Pertama

Keutamaan Mengamalkan Doa Nabi Adam

Mengamalkan doa robbana zholamna anfusana memiliki banyak keutamaan (fadhilah) yang luar biasa bagi kehidupan spiritual seorang Muslim. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

  • Menghapus Dosa-Dosa: Sebagaimana Allah menerima tobat Nabi Adam AS, doa ini jika dibaca dengan kesungguhan hati dapat menjadi wasilah (perantara) diampuninya dosa-dosa kita, baik dosa kecil maupun besar.
  • Bentuk Ketawaduan: Membaca doa ini melatih jiwa untuk rendah hati dan menghilangkan sifat sombong (takabur). Kita menyadari betapa lemahnya diri kita tanpa bimbingan Allah.
  • Menenangkan Hati yang Gelisah: Rasa bersalah seringkali membuat hati tidak tenang. Dengan menyerahkan segala urusan dan memohon ampunan lewat doa ini, hati akan menjadi lebih tenteram karena keyakinan akan luasnya ampunan Allah.
  • Dikabulkannya Hajat: Para ulama salaf sering menyisipkan doa ini dalam munajat mereka ketika memiliki hajat mendesak, karena doa yang diawali dengan pengakuan dosa cenderung lebih cepat dikabulkan.

Baca juga: Tafsir Ali Imran Ayat 59 Penciptaan Isa dan Adam

Waktu Terbaik Membaca Doa Ini

Meskipun doa ini dapat dibaca kapan saja, terdapat waktu-waktu mustajab yang sangat dianjurkan untuk melafalkan robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin:

  1. Setelah Salat Fardu: Jadikan doa ini sebagai wirid rutin setelah menyelesaikan salat lima waktu.
  2. Saat Sujud Terakhir: Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa saat sujud, dan doa Nabi Adam ini sangat relevan dibaca dalam posisi tersebut sebagai bentuk ketundukan total.
  3. Di Sepertiga Malam Terakhir: Saat melaksanakan salat Tahajud, bacalah doa ini berulang-ulang dengan penuh penghayatan hingga meneteskan air mata penyesalan.
  4. Saat Menghadapi Kesulitan: Ketika merasa buntu dalam masalah hidup, doa ini menjadi pengingat bahwa mungkin ada dosa yang menghalangi rezeki atau solusi, sehingga tobat menjadi kunci pembukanya.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai bacaan doa Nabi Adam lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya. Semoga kita senantiasa diberikan taufik untuk meneladani sikap tobat Nabi Adam AS dan dijauhkan dari golongan orang-orang yang merugi. Jangan lupa untuk senantiasa mentadaburi ayat-ayat suci lainnya di Surat Al-A'raf agar keimanan kita semakin kokoh.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya