Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kebaktian Minggu pagi di Cities Church, St. Paul, Minnesota, terganggu dengan masuknya puluhan pengunjuk rasa anti-ICE (Immigration and Customs Enforcement). Insiden ini menjadi titik didih terbaru dalam meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Trump dan para demonstran di wilayah Twin Cities.
Sekitar 40 pengunjuk rasa merangsek masuk ke dalam gereja, memicu konfrontasi tegang dengan pendeta dan jemaat. Departemen Kepolisian Saint Paul mengonfirmasi bahwa mereka menanggapi beberapa laporan terkait gangguan tersebut, yang kini sedang diselidiki sebagai tindakan gangguan ketertiban umum.
Para demonstran menyatakan aksi mereka menargetkan David Easterwood, yang terdaftar sebagai pendeta di gereja tersebut sekaligus menjabat sebagai Direktur Kantor Lapangan pelaksana untuk ICE di St. Paul. Nama Easterwood baru-baru ini muncul sebagai tergugat dalam kasus hukum yang diajukan pengunjuk rasa terkait dugaan pelanggaran hak-hak amandemen pertama dan keempat.
“ICE keluar!” teriak para pengunjuk rasa di dalam gereja. Mereka juga menuntut Easterwood untuk segera keluar dari lokasi. Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah Easterwood berada di dalam gedung saat insiden terjadi.
Nekima Levy Armstrong, salah satu penyelenggara protes, mengkritik peran ganda Easterwood. “Kenyataannya adalah tidak masuk akal dan tidak dapat diterima bagi seseorang untuk mengaku melayani sebagai pendeta, sementara juga bertanggung jawab atas banyak hal yang terjadi di komunitas kami akibat ribuan agen ICE yang turun ke negara bagian Minnesota,” ujarnya kepada CNN.
Pemerintah federal merespons cepat insiden ini. Jaksa Agung Pam Bondi melalui platform X menegaskan intimidasi terhadap umat Kristiani akan dihadapi dengan kekuatan penuh hukum federal.
Asisten Jaksa Agung Harmeet Dhillon mengumumkan penyelidikan berdasarkan FACE Act, sebuah undang-undang federal yang melarang perintangan fisik terhadap seseorang yang sedang menjalankan hak kebebasan beragama di tempat ibadah. Dhillon menyebut aksi tersebut sebagai "penodaan rumah ibadah."
Di sisi lain, ketegangan di Minnesota meningkat sejak dimulainya Operation Metro Surge, operasi imigrasi besar-besaran yang mendatangkan ribuan agen federal. Suasana semakin panas setelah insiden penembakan fatal oleh agen Patroli Perbatasan terhadap Renee Good, seorang ibu tiga anak, pada awal Januari lalu.
Beberapa pemimpin agama mengecam gangguan terhadap ibadah gereja, namun juga menyuarakan keprihatinan atas nasib keluarga migran. Konvensi Baptis Minnesota-Wisconsin menyatakan bahwa gereja harus tetap menjadi ruang perlindungan yang sakral.
Namun, Direktur Eksekutif konvensi tersebut, Trey Turner, mencatat bahwa banyak jemaat kini diliputi ketakutan. “Di gereja-gereja di seluruh negara bagian, umat merasa takut akan 'diangkut' oleh operasi yang lebih besar,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa beberapa gereja bahkan telah menghentikan pertemuan tatap muka demi keamanan. (CNN/Z-2)
Departemen Kehakiman AS melayangkan somasi kepada pejabat Minnesota atas tuduhan menghalangi petugas imigrasi. Ketegangan dipicu penembakan demonstran oleh agen ICE.
Ketegangan memuncak di Minnesota. 1.500 tentara disiagakan untuk menghadapi protes massal terhadap operasi ICE dan kebijakan imigrasi Donald Trump.
ACLU Minnesota melayangkan gugatan class-action terhadap pemerintah federal AS atas dugaan diskriminasi rasial dan penangkapan ilegal warga AS.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan militer AS (Insurrection Act) setelah protes anti-ICE di Minnesota berujung kekerasan dan penembakan.
Buntut penembakan warga dan protes besar di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota resmi menggugat pemerintahan Trump terkait pengerahan ribuan agen ICE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved