Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Biografi Ayatollah Khomeini: Revolusi Islam Iran dan Kejatuhan Shah

Wisnu Arto Subari
14/1/2026 17:14
Biografi Ayatollah Khomeini: Revolusi Islam Iran dan Kejatuhan Shah
Khomeini.(Dok Istimewa)

RUHOLLAH Khomeini lahir pada tahun 1902 di Khomein, Iran tengah. Ia tumbuh dalam tradisi keilmuan Syiah yang kental dan mencapai tingkatan Ayatollah (Tanda Allah), gelar tertinggi bagi ulama Syiah, karena kedalaman ilmu fiqh dan filosofinya.

Namun, berbeda dengan banyak ulama sezamannya yang apolitis, Khomeini percaya bahwa ulama memiliki tanggung jawab moral untuk melawan ketidakadilan penguasa.

Awal Perlawanan: Menentang Revolusi Putih

Konfrontasi terbuka Khomeini dengan Shah dimulai pada awal 1960-an. Ia secara vokal mengkritik Revolusi Putih yang dicanangkan Shah. 

Pasalnya, ia menganggap Revolusi Putih sebagai upaya Westernisasi yang merusak moral bangsa dan bentuk ketundukan Iran kepada kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Pidato-pidatonya yang tajam membuatnya ditangkap beberapa kali, hingga akhirnya ia diasingkan dari Iran pada tahun 1964.

15 Tahun di Pengasingan: Revolusi Lewat Pita Kaset

Khomeini menghabiskan masa pengasingannya di Turki, Irak (Najaf), dan terakhir di Prancis (Neauphle-le-Château). Di sinilah kejeniusan strateginya terlihat. Meskipun jauh dari tanah air, ia tetap terhubung dengan jaringan ulama dan mahasiswa di Iran.

Ia merekam khotbah dan instruksi politiknya ke dalam pita kaset (cassette tapes). Kaset-kaset ini diselundupkan ke Iran, digandakan dalam jumlah ribuan, dan diperdengarkan di masjid-masjid serta pasar. Di saat Shah menguasai televisi dan radio negara, Khomeini menguasai media sosial tradisional yang jauh lebih efektif dalam menyentuh akar rumput.

Kepulangan yang Dramatis dan Runtuhnya Monarki

Pada akhir 1978, Iran lumpuh oleh pemogokan umum dan demonstrasi jutaan orang. Setelah Shah meninggalkan Iran pada Januari 1979, Khomeini kembali dengan pesawat carteran Air France pada 1 Februari 1979.

Lebih dari enam juta orang memadati jalanan Teheran untuk menyambutnya. Ini peristiwa yang dianggap sebagai salah satu mobilisasi massa terbesar dalam sejarah manusia.

Dalam waktu singkat, pemerintahan transisi yang ditinggalkan Shah runtuh. Melalui referendum pada April 1979, Iran secara resmi diproklamasikan sebagai Republik Islam.

Wilayat al-Faqih: Arsitektur Teokrasi Modern

Inovasi terbesar Khomeini adalah doktrin Wilayat al-Faqih (Pemerintahan Ulama). Ia berargumen bahwa dalam ketiadaan Imam Mahdi, kekuasaan politik harus dipegang oleh ulama yang paling adil dan berilmu. Doktrin ini mengubah peran ulama dari sekadar pemberi saran moral menjadi pemegang otoritas eksekutif tertinggi di negara.

FAQ tentang Ayatollah Khomeini

Mengapa Ayatollah Khomeini sangat membenci Amerika Serikat?

Khomeini memandang AS sebagai Setan Besar karena dukungannya terhadap kediktatoran Shah dan keterlibatan CIA dalam kudeta 1953 yang menggulingkan pemerintahan demokratis Mohammad Mosaddegh. Baginya, pengaruh AS adalah bentuk imperialisme budaya dan politik.

Apa perbedaan gaya hidup Khomeini dengan Shah Iran?

Ini adalah kontras yang sangat krusial. Jika Shah tinggal di istana yang megah dengan gaya hidup jet-set, Khomeini tetap tinggal di sebuah rumah kecil yang sangat sederhana di Jamaran setelah ia berkuasa.

Ia tidur di lantai dan makan dengan menu sederhana. Itu memperkuat citranya sebagai pemimpin yang tulus di mata rakyat miskin.

Bagaimana pengaruh Khomeini terhadap dunia Islam secara luas?

Revolusi Khomeini membuktikan bahwa gerakan berbasis agama mampu menggulingkan rezim sekuler yang didukung militer kuat. Hal ini menginspirasi berbagai gerakan kebangkitan Islam di seluruh dunia, baik Syiah maupun Sunni, meskipun hubungan Iran dengan banyak negara Arab tetangganya menjadi tegang karena kekhawatiran ekspor revolusi.

Sisi Pragmatis di Balik Ideologi

Banyak pengamat Barat seringkali hanya melihat Khomeini sebagai sosok fanatik. Namun, sejarah menunjukkan ia juga seorang pragmatis jika diperlukan.

Contoh paling nyata adalah ketika ia akhirnya menerima gencatan senjata dengan Irak pada 1988 setelah perang delapan tahun yang menghancurkan. Ia menggambarkan keputusan tersebut seperti meminum racun demi menyelamatkan keberlangsungan Republik Islam yang baru ia bangun.

Garis Waktu Revolusi Khomeini

  • 1963: Pidato keras menentang Shah di Qom.
  • 1964: Dimulainya masa pengasingan (Turki, lalu Irak).
  • 1978: Pindah ke Prancis; intensitas pengiriman kaset rekaman meningkat.
  • 1 Februari 1979: Kembali ke Teheran dari Prancis.
  • 1979-1981: Krisis sandera Kedutaan Besar AS di Teheran.
  • 3 Juni 1989: Wafatnya Ayatollah Khomeini di Teheran.

Kesimpulan

Ayatollah Khomeini adalah arsitek tunggal Iran modern. Ia berhasil mengubah tatanan sosial-politik Iran secara radikal dalam waktu satu dekade.

Meskipun kepemimpinannya diwarnai dengan konflik internasional dan pembersihan politik internal, pengaruhnya tidak bisa dihapus. Ia meninggalkan warisan sistem pemerintahan yang unik di dunia, di mana otoritas ketuhanan dan proses pemilu berjalan dalam satu bingkai yang kompleks.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya