Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Menlu Sugiono Tegaskan Solusi Dua Negara sebagai Tujuan Akhir Perdamaian Palestina

Dhika Kusuma Winata
14/1/2026 16:30
Menlu Sugiono Tegaskan Solusi Dua Negara sebagai Tujuan Akhir Perdamaian Palestina
Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pidato PPTM di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.(Antara)

MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan kembali bahwa Solusi Dua Negara tetap menjadi tujuan akhir dalam upaya perdamaian Palestina. Hal itu ia sampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026, Rabu (14/1).

Dalam pidatonya, Menlu Sugiono menyoroti dinamika dunia Islam yang kompleks, termasuk krisis yang berkepanjangan di Gaza. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan berpangku tangan ketika prinsip kemanusiaan dilanggar.

“Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan yang jelas bahwa Indonesia tidak boleh diam ketika kemanusiaan dilanggar secara terang-terangan,” ujar Menlu.

Diplomasi Indonesia Berbasis Prinsip dan Nurani

Menlu Sugiono menekankan langkah konkret Indonesia di dunia Islam, seperti penguatan layanan jamaah haji dan umrah melalui inisiatif Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Namun, keterlibatan Indonesia juga meluas ke isu-isu konflik yang memerlukan perhatian internasional.

Sejak awal, Indonesia aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk sebagai co-chair Working Group yang menghasilkan New York Declaration, serta mendorong implementasi Sharm El Sheikh Peace Summit. 

Di bidang keamanan, Indonesia terlibat dalam pembahasan International Stabilization Force (ISF) sebagai langkah transisional untuk memastikan gencatan senjata permanen dan membuka akses bantuan kemanusiaan di Gaza.

Menlu menegaskan, ISF hanya bersifat sementara, sementara perdamaian yang berkelanjutan tetap ditentukan oleh Solusi Dua Negara.

“Bagi Indonesia, kemerdekaan dan kedaulatan Palestina adalah bagian dari amanat konstitusi yang harus diperjuangkan. Dan bagi saya pribadi, Palestina menjadi pengingat bahwa diplomasi tidak boleh kehilangan nuraninya,” katanya. 

“Diplomasi Indonesia akan selalu hadir, dengan prinsip dan keberanian, dalam setiap langkah menuju Palestina yang damai dan merdeka,” pungkas dia. (Dhk/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik