Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Kemenlu RI Evakuasi 22 WNI dari Iran, Menlu Sugiono: Segera Lapor KBRI

Media Indonesia
10/3/2026 23:16
Kemenlu RI Evakuasi 22 WNI dari Iran, Menlu Sugiono: Segera Lapor KBRI
Ilustrasi.(Freepik)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia bergerak cepat merespons eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pada Selasa (10/3/2026), Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut langsung kedatangan 22 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Iran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Proses repatriasi ini merupakan langkah darurat pemerintah untuk melindungi warga negara yang terjebak di tengah konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang memanas sejak akhir Februari lalu.

Pemerintah Buka Jalur Repatriasi Mandiri bagi WNI di Teheran

Menlu Sugiono menegaskan bahwa pemerintah memberikan prioritas tinggi bagi WNI yang berada di zona merah, khususnya di Teheran, untuk segera kembali ke tanah air. Ia mengimbau bagi warga yang masih tertahan untuk segera melapor ke perwakilan RI terdekat.

"Saya menyampaikan bahwa jika ada warga negara Indonesia yang ingin segera direpatriasi, khususnya di Teheran, itu bisa segera melakukan proses repatriasi dengan menginformasikan ke perwakilan kami," ujar Menlu Sugiono di Bandara Soetta.

Data Evakuasi WNI Iran (Maret 2026):

  • Gelombang Pertama: 22 WNI (Sudah tiba di Indonesia, 10 Maret).
  • Rencana Besok: 10 WNI dijadwalkan berangkat dari Iran.
  • Total Terdaftar: 36 WNI telah mendaftarkan diri untuk evakuasi lanjutan.

Koordinasi Intensif dan Tim Antarkementerian

Proses evakuasi kali ini diakui cukup berat mengingat situasi keamanan udara di kawasan Teluk yang fluktuatif. Kemlu saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kedutaan besar dan otoritas negara setempat untuk memastikan jalur kepulangan yang aman.

Selain evakuasi fisik, Pemerintah Indonesia juga telah membentuk tim antarkementerian khusus. Tim ini bertugas memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah secara real-time guna menentukan langkah-langkah kontingensi berikutnya.

"Kami dari Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi yang cukup berat dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara-negara tersebut," tambah Sugiono.

Eskalasi di Timur Tengah meningkat drastis setelah serangkaian serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 28 Februari 2026. Situasi ini berdampak pada terganggunya penerbangan sipil dan keamanan warga asing di kawasan tersebut.

FAQ: Prosedur Evakuasi WNI dari Iran 2026

  • Bagaimana cara WNI di Iran mendaftar evakuasi? WNI dapat segera menghubungi KBRI Teheran atau hotline darurat perwakilan RI untuk pendataan repatriasi.
  • Apakah evakuasi ini bersifat wajib? Pemerintah sangat menyarankan evakuasi bagi WNI di wilayah terdampak konflik, namun proses repatriasi dilakukan berdasarkan kesediaan dan pendaftaran warga.
  • Berapa jumlah WNI yang sudah pulang? Hingga 10 Maret 2026, sebanyak 22 WNI telah tiba di tanah air melalui gelombang pertama. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya