Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Situasi Keamanan Kritis, AS Perintahkan Evakuasi Warga dari Iran

Irvan Sihombing
13/1/2026 14:14
Situasi Keamanan Kritis, AS Perintahkan Evakuasi Warga dari Iran
Ilustrasi(Anadolu)

ESKALASI situasi keamanan di Timur Tengah memicu respons cepat dari otoritas Amerika Serikat. Pada Senin, 12 Januari 2026, Kedutaan Besar Virtual AS di Iran memperbarui status peringatan perjalanan (travel advisory), mendesak seluruh warga negara AS untuk segera meninggalkan wilayah Iran.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul gejolak nasional yang terus meningkat, yang tidak hanya membahayakan keselamatan warga asing, tetapi juga menandai salah satu krisis domestik terbesar di Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Krisis ini dipicu oleh kombinasi tekanan ekonomi, inflasi tinggi, dan pelemahan mata uang Rial, yang telah memicu gelombang protes anti-pemerintah selama lebih dari dua pekan. Laporan independen menyebut sedikitnya 544 tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap.

Sementara itu, pemerintah merespons dengan pemutusan akses internet, pembatasan media, dan peningkatan operasi keamanan. Beberapa pejabat Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik pengunjuk rasa bersenjata yang menyerang fasilitas publik. Di sisi lain, demonstrasi pro-pemerintah juga berlangsung dengan warga mendukung rezim dan menolak intervensi asing.

Protokol Komunikasi dan Jalur Evakuasi Darat

Dalam pernyataan resmi, Kedutaan Besar AS menginstruksikan warganya untuk bersiap menghadapi gangguan komunikasi masif.

“Warga negara AS harus mengantisipasi pemadaman internet yang berkepanjangan dan segera menyiapkan sarana komunikasi alternatif. Jika kondisi keamanan di lokasi memungkinkan, sangat disarankan untuk mempertimbangkan evakuasi melalui jalur darat menuju perbatasan Armenia atau Turkiye,” bunyi pernyataan tersebut.

Langkah ini dilakukan karena opsi penerbangan komersial terbatas dan adanya risiko penutupan wilayah udara secara mendadak, terutama di tengah ketegangan militer yang meningkat.

Beberapa pejabat AS telah menegaskan bahwa opsi militer dan sanksi tambahan terhadap Iran tetap dipertimbangkan, sementara pemerintah Iran menegaskan kesiapan menghadapi ancaman dan kemungkinan negosiasi hanya jika adil dan setara.

Kedutaan memberikan peringatan khusus bagi warga yang memegang kewarganegaraan ganda AS-Iran. Pemerintah Teheran tidak mengakui status kewarganegaraan ganda, sehingga warga dalam kategori ini wajib menggunakan paspor Iran untuk proses keberangkatan. Kedutaan juga menekankan adanya ancaman serius berupa interogasi, penangkapan, hingga penahanan sepihak terhadap warga Amerika yang tetap berada di Iran.

Gangguan Layanan Penerbangan Internasional

Situasi yang tidak menentu telah berdampak signifikan pada konektivitas udara. Beberapa maskapai internasional telah mulai membatasi frekuensi penerbangan, sementara sejumlah lainnya membatalkan seluruh jadwal dari dan menuju Iran.

Berdasarkan laporan terkini, beberapa maskapai besar menangguhkan layanan mereka setidaknya hingga Jumat, 16 Januari 2026. Warga negara AS diimbau untuk terus memantau pembaruan jadwal penerbangan secara berkala sebelum menuju bandara.

Dengan kombinasi ketegangan internasional, risiko konflik militer, gangguan komunikasi, dan krisis domestik, kondisi di Iran pada Januari 2026 menandai salah satu periode paling kritis dalam beberapa dekade terakhir, membuat langkah evakuasi bagi warga asing menjadi prioritas utama. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya