Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

NATO Harus Bersiap Atasi Ambisi AS Kuasai Greenland

Irvan Sihombing
08/1/2026 21:15
NATO Harus Bersiap Atasi Ambisi AS Kuasai Greenland
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. Antara/Anadolu)

UNI EROPA (EU) memasuki mode kewaspadaan tinggi. Blok Benua Biru didorong untuk bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berhasrat menguasai Greenland, sebuah wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark.

Pada Rabu, Politico mengutip diplomat EU melaporkan bahwa negara-negara Eropa harus mulai menyiapkan rencana antisipasi, termasuk kemungkinan langkah pencegahan jika Amerika Serikat mengambil tindakan lebih jauh terhadap Greenland, serta opsi peningkatan kehadiran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan tersebut.

"Kita harus siap untuk konfrontasi langsung dengan Trump... Dia sedang dalam mode agresif, dan kita perlu bersiap," tukas seorang diplomat EU yang enggan disebutkan namanya.

Terkepung kapal militer Rusia dan Tiongkok

Ambisi Trump disuarakan melalui majalah The Atlantic pada Minggu lalu. Menurut dia, AS "benar-benar" membutuhkan Greenland karena pulau tersebut mulai terkepung oleh kehadiran kapal-kapal militer Rusia dan Tiongkok.

Namun, klaim sepihak ini langsung memicu reaksi keras dari pihak yang berhak. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dengan tegas mendesak Trump untuk segera menghentikan retorika ancaman aneksasi terhadap wilayahnya.

Senada dengan Frederiksen, mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, sebelumnya juga telah menutup pintu rapat-rapat bagi ambisi AS. Ia menegaskan bahwa tanah kelahirannya bukanlah barang dagangan. Menurut dia, pulau tersebut tidak untuk dijual.

Greenland sendiri memiliki sejarah panjang dengan Denmark. Meski sempat menjadi koloni hingga 1953, pulau ini telah memperoleh status otonomi sejak 2009. Pemerintahannya memiliki kewenangan penuh untuk mengatur kebijakan dalam negeri, meski urusan luar negeri dan pertahanan masih di bawah kendali Kerajaan Denmark. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik