Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI di Venezuela tetap tenang meskipun terjadi serangan baru-baru ini oleh militer Amerika Serikat, kata anggota parlemen Venezuela Angel Rodriguez kepada RIA Novosti pada Rabu (7/1).
“Situasi di negara ini saat ini tenang,” ujarnya menegaskan.
Menurut Rodriguez, para pemimpin politik, gerakan sosial, serta aktivis di Venezuela harus lebih intensif menjalin komunikasi langsung dengan warga untuk memberikan informasi yang jelas tentang apa yang terjadi, keputusan yang diambil, dan pedoman yang telah ditetapkan.
"Semua partai harus mengadakan pertemuan dan turun ke masyarakat,” tambahnya.
Perkembangan ini terjadi setelah pada 3 Januari, militer Amerika Serikat melakukan serangan besar-besaran di Venezuela yang menghasilkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu dibawa ke New York. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasangan itu akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam 'narkoterorisme' dan ancaman yang dipandang membahayakan, termasuk bagi Amerika Serikat.
Akibat operasi tersebut, Mahkamah Agung Venezuela mengambil langkah sementara dengan mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez.
Delcy secara resmi dilantik sebagai presiden sementara oleh Majelis Nasional pada 5 Januari, setelah eskalasi konflik yang memicu respons internasional luas termasuk kecaman dari negara-negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya dengan rakyat Venezuela serta menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, dan mendesak pencegahan eskalasi lebih lanjut.
Pernyataan Rodriguez tentang ketenangan saat ini muncul di tengah kondisi yang terus dipantau oleh pihak luar negeri, termasuk Kemlu Indonesia, yang sebelumnya menegaskan pemantauan cermat terhadap perkembangan krisis Venezuela dan keselamatan warga negara Indonesia di sana pascaperistiwa serangan militer AS. (Ant/E-4)
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyiapkan langkah antisipatif berupa rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) seiring dinamika keamanan akibat krisis Venezuela.
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) menegaskan sikap Indonesia terhadap krisis Venezuela berdasarkan hukum internasional serta memastikan perlindungan WNI dan stabilitas kawasan.
Menteri HAM Natalius Pigai menyebut Indonesia yang akan memimpin Dewan HAM PBB siap menangani isu Venezuela.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved