Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA delapan negara Eropa menyatakan penolakan tegas terhadap ambisi imperialisme Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait keinginannya mencaplok Greenland, menyusul agresi militer Amerika Serikat di Venezuela.
Penolakan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang ditandatangani sejumlah kepala negara dan pemerintahan Eropa, termasuk Inggris dan Prancis. Dokumen itu menegaskan bahwa keamanan Greenland harus dijamin secara kolektif oleh aliansi NATO, dengan tetap menghormati kehendak rakyat setempat.
"Keamanan di Arktik harus tercapai secara kolektif, bersama dengan sekutu NATO termasuk Amerika Serikat dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan," demikian pernyataan tersebut dikutip Politico, Rabu (7/1).
Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer,
Kemudian Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, serta dukungan para pemimpin Belanda, Yunani, Luksemburg, dan Slovenia.
Dalam dokumen tersebut, para pemimpin Eropa menegaskan bahwa kawasan Arktik merupakan prioritas strategis bagi aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Mereka juga menyatakan telah meningkatkan kehadiran militer, aktivitas keamanan, serta investasi di wilayah tersebut guna menjaga stabilitas dan mencegah ancaman dari pihak musuh.
"Kerajaan Denmark, termasuk Greenland adalah bagian dari NATO," tegas pernyataan itu.
Pada bagian penutup, delapan negara tersebut menegaskan bahwa status dan masa depan Greenland sepenuhnya berada di tangan rakyatnya.
"Denmark dan Greenland, dan hanya mereka, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, Presiden Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk kepentingan pertahanan nasional. Gedung Putih bahkan mengonfirmasi bahwa opsi untuk memiliki Greenland tengah dibahas, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
"Yang jelas, kami perlu Greenland untuk pertahanan," kata Trump.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan pemerintah Denmark. Kopenhagen memperingatkan bahwa aliansi NATO dapat runtuh apabila Amerika Serikat benar-benar mencaplok Greenland.
Kontroversi ini mencuat setelah Amerika Serikat melancarkan agresi militer di Caracas, Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro.
Tindakan tersebut menuai kecaman luas dari komunitas internasional yang menilai langkah Washington melanggar hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (H-2)
Donald Trump menyebut tahun pertama masa jabatan keduanya paling sukses. Ia juga kembali menyinggung isu Greenland dan mengecilkan peran Hadiah Nobel.
Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif besar pada wine Prancis jika Macron menolak gabung 'Board of Peace'. Trump juga konfirmasi undangan untuk Putin.
North American Aerospace Defense Command (NORAD) mengumumkan bahwa sejumlah pesawatnya akan segera tiba di Pituffik Space Base, Greenland.
Sejumlah anggota parlemen Inggris mengusulkan boikot Piala Dunia dan pembatalan kunjungan kenegaraan Raja Charles ke AS sebagai respons atas tindakan Donald Trump terkait Greenland.
Denmark menambah jumlah pasukan militer di Greenland menyusul ancaman tarif dari Donald Trump. NATO dan Uni Eropa tegaskan kedaulatan Denmark atas pulau tersebut.
Tiga kardinal AS mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi, menyerukan kebijakan luar negeri bermoral dan menolak perang sebagai instrumen kepentingan nasional.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya kontroversi setelah Presiden Donald Trump kembali menyuarakan keinginannya menguasai Greenland.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved