Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN transatlantik berada di titik nadir setelah Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat pada Selasa (6/1). Frederiksen menegaskan bahwa setiap upaya militer atau paksaan dari Washington untuk menganeksasi Greenland akan dianggap sebagai serangan terhadap sekutu NATO dan berpotensi menghancurkan struktur keamanan global pasca-Perang Dunia II.
Pernyataan tegas Copenhagen ini muncul kurang dari 24 jam setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyuarakan ambisinya untuk menguasai wilayah otonom Denmark tersebut. Dalam pidatonya, Trump menyebut Greenland vital bagi "keamanan nasional" Amerika Serikat, terutama pasca operasi militer AS di Venezuela baru-baru ini.
"Jika Amerika Serikat memutuskan untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka segalanya berhenti. Itu mencakup NATO dan seluruh tatanan keamanan yang kita kenal," ujar Frederiksen dalam wawancara dengan jaringan TV2, merespons spekulasi bahwa Washington mengincar cadangan mineral tanah jarang (rare earth) di pulau Arktik tersebut.
Di Nuuk, kemarahan serupa disuarakan oleh Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen. Melalui pernyataan resminya, Nielsen menuntut Washington segera menghentikan retorika provokatif yang dinilai tidak menghormati kedaulatan wilayahnya.
"Cukup sudah. Tidak ada lagi tekanan, tidak ada lagi sindiran, dan tidak ada lagi fantasi aneksasi. Ancaman tidak punya tempat di antara sahabat," tegas Nielsen.
Ketegangan ini bukan tanpa sebab. Posisi strategis Greenland di jalur terpendek rudal antara Rusia dan AS, ditambah mencairnya es kutub yang membuka jalur pelayaran baru, menjadikan wilayah ini "rebutan" kekuatan global. AS sendiri sudah memiliki pangkalan militer Thule di sana.
Uni Eropa dilaporkan segera menggelar rapat darurat untuk mendukung Denmark, sementara parlemen Greenland mendesak warganya untuk "mulai menanggapi ancaman Trump dengan lebih serius" mengingat preseden intervensi AS di Amerika Selatan pekan lalu.
(P-3)
PM Denmark Mette Frederiksen menyebut pertahanan Greenland sebagai perhatian bersama NATO, menyusul pengerahan pasukan Eropa dan ancaman Donald Trump mengambil alih pulau Arktik tersebut.
Ketegangan di Arktik meningkat saat militer Prancis dan negara NATO lainnya mendarat di Greenland untuk menentang rencana akuisisi wilayah oleh Donald Trump.
Pernyataan ultimatum Donald Trump terkait Greenland memicu kekhawatiran Eropa, menguji soliditas NATO, dan mengguncang tatanan keamanan global di awal 2026.
Donald Trump tegaskan ambisinya kuasai Greenland demi proyek pertahanan "Golden Dome". Ia bahkan tak menutup kemungkinan keluar dari NATO.
Jerman resmi kirim tim militer ke Greenland menyusul ketegangan wilayah. Kanada turut pasang badan dukung integritas teritorial Denmark.
Hubungan diplomatik Denmark-AS memanas. Lars Lokke Rasmussen tegaskan kedaulatan Greenland atas klaim sepihak Trump demi pertahanan militer.
Putra Donald Trump adalah salah satu investor di tambang 'unsur tanah jarang' pertama di pulau Arktik tersebut.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
ANCAMAN Donald Trump pada Sabtu (17/1) untuk mengenakan tarif pada delapan negara Eropa kecuali mereka mendukung rencananya untuk membeli Greenland mengejutkan banyak orang.
ANCAMAN perdagangan Trump terhadap pemerintah Eropa terkait Greenland meningkatkan kemungkinan bahwa pemerintah Eropa akan mengurangi kepemilikan aset AS mereka.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved