Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran terkait aksi protes massa yang tengah mengguncang negara tersebut. Trump menegaskan Washington tidak akan tinggal diam jika otoritas Iran menggunakan kekerasan mematikan terhadap para demonstran damai.
Melalui unggahan singkat di media sosial Truth Social, Trump menuliskan pesan yang provokatif. "Kami sudah bersiap dan siap beraksi (locked and loaded and ready to go)," tulisnya tanpa merinci tindakan apa yang akan diambil.
"Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai dengan kekerasan, yang sudah menjadi kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang menyelamatkan mereka," tegas Trump pada Jumat waktu setempat.
Pernyataan Trump ini langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Ali Larijani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan Trump untuk berhati-hati. Menurutnya, campur tangan AS hanya akan merusak stabilitas kawasan.
"Trump harus tahu bahwa campur tangan AS dalam masalah internal ini berarti mengganggu stabilitas seluruh kawasan dan menghancurkan kepentingan Amerika," ujar Larijani dalam tanggapannya.
Ketegangan antara kedua negara bukanlah hal baru. Pada Juni lalu, AS sempat meluncurkan serangan ke situs nuklir Iran atas perintah Trump. Sebagai balasan, Iran menghantam pangkalan militer AS di Qatar dengan serangan rudal.
Gelombang protes di Iran bermula sejak Minggu lalu di Teheran, dipicu oleh anjloknya nilai mata uang Rial terhadap Dolar AS yang memperburuk kondisi ekonomi. Aksi ini kemudian meluas ke berbagai kota dan bertransformasi menjadi tuntutan politik untuk mengakhiri pemerintahan ulama.
Sejauh ini, sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan selama hampir sepekan terakhir. Laporan dari kantor berita Fars dan kelompok hak asasi manusia Hengaw menyebutkan jatuhnya korban jiwa di beberapa wilayah seperti Lordegan, Azna, dan Kouhdasht. Namun, jumlah pasti korban ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh media internasional.
Bagi sebagian demonstran, ancaman Trump justru memberikan harapan di tengah tekanan pasukan keamanan. "Mereka (pasukan keamanan) ketakutan dan gemetar hingga ke tulang saat Mr. Trump atau Mr. Netanyahu (PM Israel) mengatakan sesuatu," ujar seorang wanita demonstran di Teheran kepada BBC.
"Kami tidak memiliki kebebasan apa pun di sini. Kami melawan setiap hari, kami menghadapi hal-hal yang paling brutal setiap hari. Kami ingin mengakhirinya (rezim), meski dengan harga nyawa kami sendiri," tambahnya.
Meski Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan akan mendengarkan "tuntutan sah" warga, Jaksa Agung Mohammad Movahedi-Azad telah memperingatkan bahwa setiap upaya yang menciptakan ketidakstabilan akan dihadapi dengan "respons yang menentukan." (BBC/Z-2)
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
PEMERINTAH Iran mengeklaim memiliki bukti keterlibatan kekuatan asing dalam menggerakkan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai wilayah.
MELALUI sambungan telepon pada Jumat (16/1) waktu setempat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya atas sikap politik Rusia yang dinilai membela kedaulatan Iran.
TINDAKAN represif otoritas Iran terhadap para demonstran kini menempatkan Teheran dalam pengawasan ketat global.
TINDAKAN keras mematikan dari otoritas keamanan Iran tampaknya telah meredam gelombang protes untuk saat ini.
PEMIMPIN tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei pertama kalinya menyampaikan pernyataan kepada publik sejak menjabat. Ia akan membalas serangan dan menutup Selat Hormuz
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kali tampil sejak konflik AS-Israel melawan Iran pecah. Netanyahu mengungkap ambisi akan menggulingkan rezim Mojtaba Khamenei.
Jajak pendapat Morning Consult tunjukkan 48% warga AS salahkan Donald Trump atas lonjakan harga bensin akibat konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
IRGC Iran klaim rudal balistik hantam kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Oman hingga mundur. AS bantah dan sebut Operasi Epic Fury terus berjalan.
Iran klaim serangan rudal dan drone hantam kapal induk USS Abraham Lincoln hingga rusak berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved