Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Presiden Iran Tantang Trump: Perang Ini Benarkah America First?

Dhika Kusuma Winata
02/4/2026 15:08
Presiden Iran Tantang Trump: Perang Ini Benarkah America First?
Presiden AS Donald Trump.(Anadolu )

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan perang Amerika Serikat melalui surat terbuka yang ditujukan langsung kepada publik AS. Ia mempertanyakan apakah konflik yang dipicu pemerintahan Presiden Donald Trump benar-benar sejalan dengan kepentingan rakyat Amerika.

Pernyataan tersebut mencerminkan upaya Teheran membangun narasi alternatif di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.

Dalam surat yang dipublikasikan di media sosial Rabu waktu setempat, Pezeshkian mengajukan pertanyaan mendasar. Ia juga menyinggung slogan politik Trump.

“Kepentingan rakyat Amerika yang mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini?” ucap Pezeshkian.

“Apakah ‘America First’ benar-benar menjadi prioritas pemerintah Amerika saat ini?” ujarnya.

Pezeshkian menegaskan Iran tidak pernah memilih jalur agresi dalam sejarah modernnya. Dia menilai citra Iran sebagai ancaman merupakan hasil konstruksi politik global.

“Iran tidak pernah memulai perang. Persepsi bahwa kami adalah ancaman lahir dari kepentingan politik dan ekonomi pihak-pihak kuat,” katanya.

Meski demikian, ia membela langkah militer Teheran yang belakangan melancarkan serangan drone dan rudal di kawasan Teluk. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri yang sah.

“Apa yang kami lakukan adalah pertahanan yang sah,” tegasnya.

Dalam surat itu, Pezeshkian juga mencoba memisahkan antara pemerintah AS dan rakyatnya. Ia menyatakan Iran tidak memusuhi masyarakat internasional, termasuk warga Amerika.

“Rakyat Iran tidak memiliki permusuhan terhadap bangsa mana pun, termasuk rakyat Amerika, Eropa, maupun negara tetangga,” ungkapnya.

Dia mengingatkan dunia kini berada di persimpangan berbahaya. Menurutnya, melanjutkan jalur konfrontasi hanya akan memperbesar kerugian semua pihak. 

“Melanjutkan konflik akan semakin mahal dan sia-sia,” ujarnya. (Dhk/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya