Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Somalia Tegas Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland

Ferdian Ananda Majni
30/12/2025 12:01
Somalia Tegas Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland
Pelajar berdemonstrasi dengan membawa bendera Somalia( ABDISHUKRI HAYBE / AFP)

PEMERINTAH Somalia dengan keras menentang keputusan Israel yang menyatakan pengakuan terhadap wilayah Somaliland sebagai negara berdaulat. Mogadishu menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran serius atas kedaulatan negara serta keutuhan wilayah Somalia.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Jumat (26/12), Kantor Perdana Menteri Somalia kembali menegaskan bahwa komitmen pemerintah federal terhadap kedaulatan, persatuan nasional, dan integritas teritorial bersifat mutlak dan tidak dapat dinegosiasikan.

"Pemerintah Federal Somalia secara kategoris dan tegas menolak serangan terhadap kedaulatannya serta langkah ilegal Israel yang mengklaim mengakui wilayah utara Somalia," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Pemerintah menekankan bahwa Somaliland merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Somalia. Dalam pernyataan itu ditegaskan pula bahwa tidak ada pihak eksternal mana pun yang memiliki otoritas untuk mengubah persatuan nasional maupun konfigurasi wilayah Somalia.

Setiap bentuk deklarasi, pengakuan, atau pengaturan yang bertentangan dengan status tersebut, lanjut pernyataan itu, dinyatakan batal demi hukum dan tidak memiliki dampak hukum maupun politik apa pun berdasarkan hukum internasional.

Dalam pernyataan yang sama, pemerintah Somalia kembali menyuarakan dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina. Somalia menegaskan penolakannya terhadap pendudukan, pemindahan paksa, manipulasi demografis, serta perluasan permukiman, dan menyatakan tidak akan menerima upaya apa pun yang bertujuan menjadikan rakyat Palestina sebagai bangsa tanpa negara.

Pemerintah juga mengingatkan bahaya pendirian pangkalan militer asing di wilayah Somalia, yang dinilai berpotensi menyeret negara itu ke dalam konflik proksi serta memicu ketegangan regional maupun internasional.

Menurut Mogadishu, langkah Israel tersebut berisiko mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan, sekaligus memperburuk dinamika politik dan keamanan di kawasan Tanduk Afrika, Laut Merah, dan Teluk Aden. Pemerintah Somalia juga memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh kelompok teroris di tengah situasi politik yang rapuh.

Somalia menyerukan kepada komunitas internasional agar bertindak secara bertanggung jawab dengan menjunjung hukum internasional serta prinsip non-intervensi. Pemerintah juga mengimbau seluruh rakyat Somalia untuk tetap bersatu, meningkatkan kewaspadaan, dan konsisten dalam menjaga kedaulatan serta perbatasan negara.

Pemerintah federal menegaskan akan menempuh seluruh jalur diplomatik, politik, dan hukum yang diperlukan guna mempertahankan batas wilayah Somalia yang telah diakui secara internasional.

Sebelumnya pada hari yang sama, Israel mengumumkan pengakuannya terhadap Somaliland sebagai negara merdeka.

Somaliland mendeklarasikan pemisahan diri dari Somalia pada 1991 dan sejak itu berfungsi sebagai entitas de facto dengan struktur pemerintahan serta keamanan sendiri. 

Namun hingga kini wilayah tersebut belum memperoleh pengakuan internasional. Pemerintah Somalia secara konsisten menolak klaim kemerdekaan Somaliland dan tetap menganggapnya sebagai bagian integral dari wilayah nasional. (Anadolu/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya