Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kardinal Pizzaballa: Natal tetap Hadir di Tengah Kehancuran Gaza

Andhika Prasetyo
25/12/2025 09:41
Kardinal Pizzaballa: Natal tetap Hadir di Tengah Kehancuran Gaza
Kardinal Pierbattista Pizzaballa(Anadolu)

Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, menyampaikan bahwa di tengah kehancuran yang melanda Jalur Gaza, masih terdengar pesan harapan pada perayaan Natal 2025. Pesan tersebut, katanya, tetap hidup meskipun wilayah itu hancur akibat agresi militer Israel selama dua tahun terakhir.

“Hari ini, hati kami bersama Gaza yang luluh lantak,” kata Pizzaballa saat tiba di Bethlehem, Tepi Barat, untuk menghadiri Misa Malam Natal, Rabu (24/12).

Ia menegaskan bahwa semangat masyarakat Gaza belum padam meski terus dilanda krisis berkepanjangan.

“Meski dengan semua yang terjadi, masyarakatnya masih punya semangat hidup, semangat bersukacita, dan keengganan menyerah begitu saja,” ucap sang Patriark.

Pizzaballa juga menyatakan keyakinannya bahwa warga Gaza, sebagaimana masyarakat Bethlehem, akan mampu menata kembali kehidupan mereka.

“Kita akan merayakan di Gaza dan Bethlehem. Kita akan terus merayakannya setiap hari dan kembali untuk membangun lagi dari awal,” tutur dia.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas, sementara sekitar 171.000 lainnya terluka akibat agresi militer yang meluluhlantakkan Jalur Gaza. Di Tepi Barat, pasukan dan pemukim bersenjata juga menewaskan sedikitnya 1.103 warga Palestina dan melukai hampir 11.000 orang dalam periode yang sama.

Bagi Pizzaballa, Gaza, sebagaimana Bethlehem, tetap membawa pesan tentang ketangguhan iman.

“Gaza, seperti Bethlehem, membawa pesan keteguhan dan harapan,” ujarnya, seraya menekankan bahwa keyakinan pada hidup dan perdamaian lebih kuat daripada kehancuran.

“Hari ini menjadi Natal yang sejati di Bethlehem, dan pesan dari Bethlehem dan Tanah Suci menyebar ke seluruh dunia,” kata Kardinal Pizzaballa.

Pada hari yang sama, otoritas Israel dilaporkan melarang Wakil Presiden Palestina Hussein Al-Sheikh menghadiri Misa Malam Natal di Gereja Kelahiran, Bethlehem. Kota yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus itu setiap Desember menjadi tujuan ziarah utama bagi umat Kristen dari berbagai negara.

Setiap tahun, Gereja Kelahiran dipadati jemaat yang ingin berdoa di lokasi yang dipercaya sebagai tempat Maria melahirkan Yesus, menjadikannya simbol iman sekaligus pengingat akan harapan di tengah penderitaan. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik