Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tiongkok Temukan Cadangan Emas Bawah Laut Terbesar

Ferdian Ananda Majni
22/12/2025 10:38
Tiongkok Temukan Cadangan Emas Bawah Laut Terbesar
Presiden Tiongkok Xi Jinping(AFP)

TIONGKOK mengumumkan penemuan deposit emas pertama di bawah laut. Temuan ini disebut sebagai deposit emas bawah laut terbesar di Asia dan mempertegas ambisi Beijing dalam mengamankan pasokan sumber daya mineral strategis.

Penemuan tersebut berada di perairan lepas pantai Laizhou, sebuah kota pesisir di Yantai, Provinsi Shandong. Temuan ini secara signifikan mengubah peta kekayaan emas nasional Tiongkok.

Saat ini, cadangan emas terbukti di wilayah Laizhou telah melampaui 3.900 ton, setara dengan sekitar seperempat dari total cadangan emas nasional. Capaian ini menjadikan Laizhou sebagai wilayah dengan cadangan dan produksi emas terbesar di Tiongkok.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh pejabat setempat dalam konferensi evaluasi rencana pembangunan lima tahun pemerintah. Meski belum ada rincian mengenai ukuran pasti deposit emas bawah laut yang baru ditemukan, temuan ini menambah deretan penemuan emas berskala besar yang terjadi di Tiongkok dalam beberapa waktu terakhir.

Pada bulan lalu, otoritas Tiongkok juga mengonfirmasi penemuan deposit emas berkadar rendah di Provinsi Liaoning dengan kandungan lebih dari 1.444 ton emas. 

Temuan tersebut tercatat sebagai penemuan tunggal terbesar sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1949. Beberapa pekan sebelumnya, deposit lain dengan estimasi lebih dari 1.000 ton dilaporkan ditemukan di kawasan Pegunungan Kunlun di wilayah perbatasan barat yang terpencil.

Provinsi Shandong kini menjadi pusat dari fenomena yang disebut sebagai demam emas Tiongkok. Hingga akhir 2023, wilayah ini telah mengidentifikasi sekitar seperempat dari total cadangan emas nasional, dengan konsentrasi terbesar berada di Semenanjung Jiaodong, salah satu sabuk pertambangan emas terbesar di dunia.

Tiongkok saat ini tercatat sebagai produsen emas terbesar di dunia dengan total produksi mencapai 377 ton pada tahun lalu. Namun, dari sisi cadangan emas terbukti, negara tersebut masih berada di belakang Afrika Selatan, Rusia, dan Australia. Serangkaian penemuan baru ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan tersebut.

Emas tidak hanya berperan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global, tetapi juga menjadi bahan penting bagi industri teknologi tinggi, termasuk elektronik dan kedirgantaraan. 

Faktor ini mendorong pemerintah Tiongkok untuk mengintensifkan eksplorasi mineral dengan memanfaatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan, radar penembus tanah dan sistem berbasis satelit.

Kegiatan eksplorasi ini didukung oleh pendanaan dalam skala besar. Sepanjang tahun lalu, Tiongkok mengalokasikan hampir 116 miliar yuan untuk eksplorasi geologi.  (CNBC/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik