Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perang Ukraina Meluap ke Laut Hitam, Turki Tembak Jatuh 3 Drone dalam 5 Hari

Haufan Hasyim Salengke
21/12/2025 13:32
Perang Ukraina Meluap ke Laut Hitam, Turki Tembak Jatuh 3 Drone dalam 5 Hari
Sebuah klip yang dirilis oleh angkatan laut Ukraina, mengeklaim Rusia melancarkan serangan terarah menggunakan drone terhadap kapal Turki 'VIVA', yang sedang dalam perjalanan ke Mesir membawa minyak bunga matahari.(Angkatan Laut Ukraina/AFP)

KEDAULATAN udara Turki berada dalam posisi siaga tinggi setelah militer negara tersebut melaporkan serangkaian pelanggaran wilayah oleh pesawat nirawak (drone) yang terkait dengan konflik Rusia-Ukraina. Dalam kurun waktu lima hari, otoritas Ankara telah mengintersepsi satu drone dan menemukan dua puing drone lainnya yang jatuh di wilayah strategis, termasuk di dekat Istanbul.

Insiden terbaru terjadi pada Senin lalu waktu setempat, ketika jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Turki menembak jatuh sebuah drone yang menyusup dari Laut Hitam. Drone tersebut terpantau terbang tidak terkendali sebelum akhirnya dihancurkan di wilayah Cankırı, sekitar 120 kilometer dari Ibu Kota Ankara. Kementerian Pertahanan Nasional Turki menyatakan tindakan tersebut dilakukan di "lokasi paling tepat" untuk meminimalkan risiko bagi warga sipil.

Pihak Kementerian Pertahanan Turki menambahkan bahwa jet tempur F-16 Turki dan NATO sempat disiagakan (on alert) untuk memastikan keamanan wilayah udara Turki saat mendeteksi keberadaan drone tersebut.

"Akibat perang yang terus berlanjut, kami telah memperingatkan kedua belah pihak agar lebih berhati-hati terhadap hal-hal negatif yang mengganggu keamanan di Laut Hitam," tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Turki seperti dilansir Euronews, Sabtu (20/12).

Penyusupan drone hingga ke titik yang mendekati ibu kota memicu perdebatan di dalam negeri. Tokoh oposisi dari partai CHP, Namik Tan, mempertanyakan efektivitas sistem radar Turki yang membiarkan pesawat nirawak terbang jauh ke daratan sebelum berhasil dicegat. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh pemerintah. Ankara menegaskan bahwa arsitektur pertahanan berlapis yang mencakup peringatan dini dan peperangan elektronik berfungsi dengan sukses.

Selain ancaman udara, situasi di Laut Hitam juga memanas bagi armada maritim. Dalam sebulan terakhir, sejumlah kapal tanker milik perusahaan Turki, termasuk Virat dan Kairos, menjadi korban serangan rudal atau drone di tengah jalur perdagangan internasional.

Presiden Recep Tayyip Erdogan merespons kondisi ini dengan peringatan keras kepada Moskow dan Kiev. "Menargetkan kapal dagang dan kapal sipil tidak akan menguntungkan siapa pun," tegas Erdoğan.

Turki, yang memegang kendali atas Selat Bosphorus dan Dardanelles, kini berada dalam posisi diplomatik sulit untuk menjaga stabilitas di jalur vital yang menghubungkan Laut Hitam ke Mediterania tersebut. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik