Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ayah dan Anak Ditetapkan Sebagai Terduga Pelaku Penembakan Massal di Pantai Bondi

Basuki Eka Purnama
15/12/2025 08:36
Ayah dan Anak Ditetapkan Sebagai Terduga Pelaku Penembakan Massal di Pantai Bondi
Polisi berjaga-jaga di lokasi insiden penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia.(AFP/DAVID GRAY)

TRAGEDI berdarah yang mengguncang Pantai Bondi, Sydney, Minggu (14/12) mulai menemui titik terang. Kepolisian New South Wales (NSW) mengonfirmasi bahwa dua terduga pelaku penembakan massal yang menewaskan 16 orang adalah ayah dan anak.

Insiden mengerikan ini terjadi ketika dua pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga di salah satu destinasi paling ramai di Sydney. 

Selain menewaskan 16 orang, aksi keji tersebut juga mengakibatkan 40 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan.

Dalam konferensi pers resmi yang diadakan Senin (15/12) pagi, Komisaris Kepolisian NSW, Mel Lanyon, merilis detail penting mengenai identitas terduga pelaku.

“Para pelaku adalah seorang pria berusia 50 tahun dan seorang pria berusia 24 tahun, yang merupakan ayah dan anak,” kata Komisaris Lanyon. 

Ia melanjutkan, “Pria berusia 50 tahun telah meninggal dunia, sementara pria berusia 24 tahun saat ini dirawat di rumah sakit.”

Komisaris Lanyon juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi meyakini hanya ada dua orang yang terlibat dalam serangan brutal tersebut. Penegasan ini membantah spekulasi awal yang menyebutkan adanya lebih banyak pelaku.

Sementara motif pasti di balik penyerangan ini masih diselidiki, penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa tragedi tersebut terjadi bertepatan dengan upacara penyalaan lilin Hanukkah. Upacara keagamaan tersebut diketahui dihadiri oleh sejumlah besar anggota komunitas Yahudi setempat di area tersebut.

Di tengah upaya penanganan korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP), muncul temuan yang semakin memperdalam keprihatinan publik. ABC Australia melaporkan bahwa sebuah alat peledak rakitan (IED) berhasil ditemukan oleh tim penjinak bom di lokasi kejadian. 

Temuan ini mengindikasikan bahwa rencana serangan mungkin jauh lebih kompleks dan berpotensi menimbulkan korban yang lebih banyak lagi.

Saat ini, fokus penyelidikan kepolisian adalah mengungkap motif di balik penyerangan terencana ini, serta menanyai terduga pelaku yang masih dirawat di rumah sakit. Komunitas di seluruh Australia dan dunia menantikan jawaban atas salah satu aksi kekerasan paling mematikan yang pernah terjadi di 'Negeri Kanguru' tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik