Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Inggris-Norwegia Bentuk Armada Gabungan Hadapi Kapal Selam Rusia

Ferdian Ananda Majni
05/12/2025 12:11
Inggris-Norwegia Bentuk Armada Gabungan Hadapi Kapal Selam Rusia
Ilustrasi(AFP)

DUA negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Inggris dan Norwegia, sepakat membentuk armada angkatan laut gabungan untuk memburu kapal selam yang diduga digunakan Rusia dalam operasi intelijen di Atlantik Utara.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Perjanjian Lunna House yang ditandatangani pada Kamis (4/12). Pakta ini disusun untuk memperkuat pertahanan di kawasan dan merespons meningkatnya aktivitas militer Rusia di perairan strategis tersebut.

Ancaman Rusia di Atlantik Utara

Rusia disebut terus memperluas kemampuan dan jangkauan intelijen militernya di kawasan Atlantik Utara. Lonjakan aktivitas itu menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara NATO, termasuk Inggris dan Norwegia.

"Banyaknya kapal Rusia yang terdeteksi di perairan kita, kita harus bekerja sama dengan mitra internasional untuk melindungi keamanan nasional kita," kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam pernyataan resmi.

Starmer menyebut kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah yang akan memperkuat pertahanan kedua negara, sekaligus melindungi infrastruktur penting.

"Melalui kerja sama angkatan laut gabungan di Atlantik Utara, kami meningkatkan keamanan, mendukung ribuan pekerjaan di Inggris dan memamerkan pembuatan kapal kelas dunia milik Inggris di panggung global," ujarnya.

Perjanjian tersebut turut ditandatangani Menteri Pertahanan Inggris John Healey dan Menteri Pertahanan Norwegia Tore O Sandvik.

Isi Perjanjian Lunna House

Melalui pakta ini, Inggris dan Norwegia akan:

1. Melakukan patroli bersama sebagai satu kesatuan di Atlantik Utara
2. Melaksanakan latihan gabungan di kawasan Arktik
3. Mengembangkan teknologi canggih untuk memperkuat keamanan regional

Inggris juga akan bergabung dalam program Norwegia untuk mengembangkan kapal induk perburuan ranjau tak berawak serta sistem peperangan bawah laut, sebagaimana dikutip The Independent. Korps Marinir Inggris nantinya akan menjalani pelatihan tempur bersuhu ekstrem di Norwegia.

Selain itu, kedua negara akan meningkatkan kolaborasi dalam penggunaan torpedo ikan pari buatan Inggris, melaksanakan permainan perang gabungan, serta berperan dalam penerapan sistem otonom NATO di High North. Inggris juga berencana mengadopsi rudal serang Norwegia dengan jangkauan lebih dari 100 mil.

Fregat Anti-Kapal Selam Tipe 26 jadi Andalan

Pemerintah Inggris menjelaskan bahwa inti dari perjanjian tersebut adalah pengembangan armada gabungan fregat anti-kapal selam Tipe 26, delapan unit milik Inggris dan setidaknya lima dari Norwegia.

"Perjanjian ini menyusul peningkatan 30 persen jumlah kapal Rusia yang mengancam perairan Inggris dalam dua tahun terakhir," demikian bunyi pernyataan resmi itu.

Kekhawatiran terhadap Infrastruktur Bawah Laut

Negara-negara NATO semakin waspada terhadap potensi ancaman Rusia terhadap kabel dan jaringan pipa bawah laut. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung sistem komunikasi dan keuangan dan setiap serangan dapat mengakibatkan gangguan besar bagi warga Inggris serta kawasan Eropa secara luas. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya