Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

13 Fregat Inggris-Norwegia Siap Buru Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara

Khoerun Nadif Rahmat
05/12/2025 12:14
13 Fregat Inggris-Norwegia Siap Buru Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara
Ilustrasi - Prajurit kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris (HMS) Richmond berada di ruang kemudi.(Antara)

INGGRIS dan Norwegia akan mengoperasikan sedikitnya 13 fregat buatan Inggris secara bergantian sebagai bagian dari pakta pertahanan baru yang ditandatangani di London termasuk memburu kapal selam Rusia. Armada tersebut akan difokuskan pada operasi maritim di kawasan Atlantik Utara.

Pengumuman itu disampaikan setelah Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Downing Street. “Kesepakatan yang sangat penting mengenai kerja sama dan integrasi pertahanan,” ujar Store dikutip AFP.

Store mengatakan kesepakatan itu merupakan langkah yang berkaitan langsung dengan situasi keamanan saat ini. 

“Ini benar-benar tentang situasi saat ini. Ini tentang mengakui di mana posisi Eropa dan apa yang perlu kita lakukan untuk menjaga keamanan di masa depan,” ujarnya. 

Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) menyampaikan bahwa armada yang dioperasikan bersama itu “akan memburu kapal selam Rusia dan melindungi infrastruktur penting di Atlantik Utara.”

Armada akan bertugas memantau aktivitas angkatan laut Rusia di perairan antara Greenland, Islandia dan Inggris, termasuk jalur kabel dan pipa bawah laut yang membawa komunikasi, listrik, dan gas.

Kementerian menambahkan bahwa Inggris mencatat peningkatan 30% kehadiran kapal Rusia di perairannya dalam dua tahun terakhir.

“Pada saat ketidakstabilan global yang mendalam, ketika semakin banyak kapal Rusia terdeteksi di perairan kita, kita harus bekerja dengan mitra internasional untuk melindungi keamanan nasional kita,” kata Starmer.

Penandatanganan kesepakatan itu dilanjutkan dengan kunjungan bersama ke pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Lossiemouth, Skotlandia utara. (Ndf/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya