Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Aksi Global Dukung Palestina, Indonesia Perkuat Kapasitas Advokasi Pemuda Lewat Saladin Mission

Haufan Hasyim Salengke
01/12/2025 10:25
Aksi Global Dukung Palestina, Indonesia Perkuat Kapasitas Advokasi Pemuda Lewat Saladin Mission
Pakar hubungan internasional, Hikmahanto Juwana (kanan).((dok.istimewa).)

DUNIA memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina pada Sabtu (29/11), menegaskan dukungannya yang teguh terhadap hak-hak Palestina dan perjuangan mereka untuk kebebasan.

Puluhan ribu orang dari Amerika Serikat (AS) hingga seluruh Eropa menggelar aksi untuk menunjukkan dukungan bagi Palestina, dan para aktivis menolak rencana perdamaian Presiden Donald Trump di Gaza, menyebut Israel melanggar gencatan senjata yang ditengahi AS, dan menuntut tindakan internasional yang lebih keras terhadap Tel aviv.

Sementara di Indonesia, digelar forum strategis bertajuk “Roots of Resilience: A Comprehensive Perspective of Palestinian Steadiness”. Diskusi yang diadakan Adara Relief International sekaligus menjadi momentum peluncuran Saladin Mission Leadership Program angkatan kedua di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Program ini diarahkan untuk menyiapkan pemimpin muda yang memiliki pemahaman komprehensif mengenai isu Palestina. Inisiatif tersebut terinspirasi dari figur Shalahuddin Al-Ayyubi yang dikenal berwawasan luas dan memiliki kepemimpinan strategis. “Pemuda adalah sepertiga populasi Indonesia. Potensi ini jangan hanya disimpan, tetapi diarahkan menjadi langkah yang nyata,” ujar Fathimah, Project Leader Saladin Mission.

Dalam paparannya, Fathimah menjelaskan bahwa program memberi ruang kontribusi lintas bidang, mulai dari media kreatif hingga riset. Ia menilai pendekatan multidisiplin penting agar advokasi Palestina tidak berhenti pada wacana emosional, tetapi berakar pada kapasitas peserta.

Program serupa pernah dijalankan pada 2021. Ketika itu, Indonesia menjadi satu dari tujuh negara yang mempresentasikan proyek kepemudaan terkait isu Palestina dalam sebuah konferensi internasional. Tahun ini, Adara kembali membuka partisipasi bagi pemuda untuk mengikuti pelatihan intensif tersebut.

Forum dibuka dengan pemaparan pembicara dari Palestina. Mantan Direktur Jenderal Pusat Sejarah dan Dokumentasi Palestina, Sharif Amin Abu Shammala, menegaskan perlunya tekanan terhadap mekanisme hukum internasional agar agresi segera dihentikan. “Solusi paling efektif adalah mengakhiri penjajahan dan memulihkan hak rakyat Palestina,” ujarnya.

Diskusi panel menghadirkan akademisi dari bidang sejarah, hubungan internasional, dan hukum. Pengamat Timur Tengah, Yon Machmudi, menyebutkan bahwa penjajahan berdampak pada hilangnya identitas, budaya, dan ekologi Palestina. Adapun Shofwan Al Banna Choiruzzad menilai upaya demiliterisasi Gaza membuat Israel memegang kendali atas keamanan serta arus bantuan kemanusiaan.

Dari aspek hukum internasional, Hikmahanto Juwana menekankan pentingnya memastikan hak warga Palestina atas tanah tetap terjaga. “Jika rakyat Palestina tidak dapat kembali, maka tujuan Israel tercapai,” katanya.

Sesi berikutnya mempertemukan peserta dengan aktivis berbagai bidang, termasuk jurnalis dan pegiat gerakan boikot. Mereka menyoroti perlunya peran pemuda yang berkesinambungan dan berbasis kompetensi. “Perjuangan Palestina adalah maraton panjang yang menuntut konsistensi,” kata Chikita Fawzi.

Melalui tema We Are The Seeds, penyelenggara berharap program ini mendorong lahirnya generasi muda yang berperan dalam menjaga kesinambungan advokasi untuk Palestina. (Hym/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya