Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemilu Honduras Memanas, Trump Ancam Hentikan Bantuan Jika Kandidatnya Kalah

Thalatie K Yani
01/12/2025 06:28
Pemilu Honduras Memanas, Trump Ancam Hentikan Bantuan Jika Kandidatnya Kalah
Ilustrasi(freepik)

PEMILIH di Honduras mulai memberikan suara dalam pemilihan umum yang berlangsung di tengah bayang-bayang ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meski terdapat lima kandidat presiden, kontestasi kali ini dipandang sebagai persaingan tiga arah antara mantan menteri pertahanan Rixi Moncada dari partai kiri Libre, pembawa acara televisi Salvador Nasralla dari kubu sentris Liberal, dan pengusaha Nasry “Tito” Asfura dari Partai Nasional yang berhaluan kanan.

Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Asfura. Ia mengancam akan menghentikan bantuan finansial bagi Honduras bila kandidat pilihannya tidak menang. Survei terbaru menempatkan Nasralla di posisi teratas, namun sekitar 34% pemilih masih belum menentukan pilihan, sehingga hasil akhir tetap sulit diprediksi.

Sesuai konstitusi, presiden Honduras hanya dapat menjabat satu periode empat tahun. Presiden petahana Xiomara Castro, presiden perempuan pertama Honduras yang terpilih pada 2021, tidak mencalonkan diri kembali dan mendukung Moncada sebagai penerus. Moncada, 60, pengacara, berjanji melindungi “kekayaan alam” dari pihak-pihak yang ingin melakukan privatisasi serta menegaskan komitmen memberantas korupsi “dalam segala bentuknya”.

Pada Sabtu, Moncada menuduh Trump melakukan intervensi dalam pemilu, menyebut dukungan Trump kepada Asfura sebagai tindakan yang “benar-benar intervensionis”. Sebelumnya, Trump menyatakan AS akan “sangat mendukung” jika Asfura memenangkan pemilu yang juga memilih 128 anggota kongres dan hampir 300 wakil lokal. 

“Jika dia tidak menang, Amerika Serikat tidak akan membuang uang untuk hal yang sia-sia, karena seorang pemimpin yang salah hanya dapat membawa hasil yang katastropik bagi suatu negara,” tulis Trump di platform Truth Social.

Menurut data Departemen Luar Negeri AS, Honduras menerima lebih dari 193 juta dolar tahun lalu dan lebih dari 102 juta dolar pada tahun ini. Namun, pemerintahan Trump telah memotong 167 juta dolar bantuan ekonomi dan tata kelola yang sedianya dialokasikan untuk 2024 dan 2025.

Dalam unggahan lain, Trump menyebut ia dan Asfura, mantan wali kota Tegucigalpa, dapat “bekerja sama untuk melawan Narkokomunis” dan menanggulangi penyelundupan narkoba. Asfura sendiri berjanji menghadirkan “pembangunan dan kesempatan bagi semua”, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Namun Partai Nasional masih dibayangi skandal korupsi, termasuk vonis 45 tahun penjara di AS terhadap mantan presiden Juan Orlando Hernández atas kasus narkoba dan senjata. Trump menyatakan ingin membatalkan keputusan tersebut.

Di sisi lain, Nasralla, yang kini memimpin survei, kembali maju untuk keempat kalinya. Ia mengklaim kemenangan dalam pemilu 2017 dicuri melalui “kecurangan elektoral yang dilakukan Hernández”. Klaim itu tidak pernah terbukti, dan penghitungan ulang sebagian tidak menemukan kejanggalan, meski memicu protes besar.

Menurut laman kampanyenya, Nasralla mengutamakan “ekonomi terbuka”, peningkatan lapangan kerja, serta berencana memutus hubungan dengan China dan Venezuela bila terpilih. Ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat, dan Trump bahkan menyatakan wilayah udara Venezuela “harus dianggap tertutup”, meski ia tidak memiliki kewenangan untuk menetapkannya.

Di tengah pemungutan suara, pemilih juga mempertanyakan apakah proses pemilu akan berlangsung lancar, apakah partai penguasa akan menerima kekalahan bila terjadi, serta apakah militer dapat tetap independen. Tuduhan kecurangan sejak awal dari berbagai pihak telah memicu kekhawatiran kerusuhan pascapemilu. Hal ini membuat Ketua Dewan Pemilu Nasional, Ana Paola Hall, menyerukan semua pihak “untuk tidak menyulut konfrontasi atau kekerasan”. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya