Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dengan mengeluarkan ancaman baru terkait akses udara. Ia menyatakan kemungkinan menutup ruang udara negara tersebut secara total.
Menurut laporan AFP, Minggu (30/11), pemerintah Caracas menilai pembangunan kekuatan militer AS di kawasan Karibia sebagai bagian dari upaya menekan dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Mereka menyebut peringatan Trump sebagai ancaman kolonialis.
Dalam unggahan di jejaring sosial Truth, Trump menulis, "Kepada seluruh Maskapai, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pelaku Perdagangan Manusia." Ia kemudian melanjutkan, "Harap anggap Ruang Udara di Atas dan Sekitar Venezuela sepenuhnya ditutup."
Presiden AS Tak Beri Penjelasan Lebih Lanjut
Peringatan tersebut disampaikan sesaat setelah regulator penerbangan AS mendorong maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di dekat wilayah Venezuela, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan. Beberapa maskapai besar bahkan diminta menangguhkan sejumlah rute.
Kementerian Luar Negeri Venezuela merespons keras pernyataan Trump. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut komentar tersebut sebagai agresi baru yang berlebihan, ilegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela.
Pemerintah Caracas juga memperingatkan bahwa penutupan ruang udara dapat mengganggu penerbangan pemulangan warga negara Venezuela dari AS.
Menjelang sore hari, data dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan hanya sedikit pesawat yang masih melintas di atas wilayah Venezuela. (I-2)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan.
Menurut sumber tersebut, Trump tiba di kediamannya di Mar-a-Lago pada 27 Februari, di mana para ajudannya berkumpul di pusat operasi sementara.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved