Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

AS bakal Tolak Afrika Selatan Hadir di setiap Acara G-20?

Ferdian Ananda Majni
27/11/2025 07:51
AS bakal Tolak Afrika Selatan Hadir di setiap Acara G-20?
Logo G-20.(Al Jazeera)

AFRIKA Selatan diyakini akan segera menerima pemberitahuan dari AS terkait rencana penolakan negara itu dari pertemuan Kelompok 20 sepanjang masa kepresidenannya. Informasi ini disampaikan sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut. Langkah itu memperburuk hubungan kedua negara.

Menurut pejabat di Pretoria yang mengetahui percakapan internal dan enggan disebutkan namanya karena sensitif, pengumuman resmi dari Washington diperkirakan akan muncul dalam waktu dekat. Ketegangan diplomatik mencapai titik baru saat AS memboikot penyelenggaraan KTT G-20 di Afrika Selatan akhir pekan lalu.

Menjelang acara itu, Washington mengirimkan nota diplomatik yang memperingatkan Pretoria agar tidak mengadopsi deklarasi para pemimpin. Namun, Afrika Selatan tetap melanjutkan dan menyetujui dokumen tersebut segera setelah KTT dimulai.

AS secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap kepresidenan G-20 Afrika Selatan, termasuk agenda yang menekankan solidaritas, kesetaraan, dan berkelanjutan. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya Presiden Cyril Ramaphosa untuk mendorong tatanan global lebih inklusif. 

Washington juga menuding secara keliru bahwa Afrika Selatan melakukan genosida terhadap warga Afrika kulit putih serta menyita tanah tanpa kompensasi.

Pemerintah Afrika Selatan belum memberikan respons meski telah dihubungi. Gedung Putih juga belum menanggapi permintaan komentar.

Rumor mengenai potensi Afrika Selatan dikeluarkan dari forum G-20 mulai berkembang minggu lalu, meski belum jelas apakah AS dapat mengambil langkah tersebut secara sepihak. Sumber lain menilai kemungkinan terbesar berupa penolakan visa bagi pejabat Afrika Selatan yang dijadwalkan menghadiri puluhan pertemuan G-20 selama tahun depan.

AS juga diperkirakan akan mendorong perubahan komposisi anggota G-20. Kemungkinan AS memasukkan negara Eropa Tengah yang lebih sejalan dengan pemerintahan Trump. 

Perubahan keanggotaan hanya bisa dilakukan melalui konsensus, seperti yang terjadi menjelang KTT 2023 di India ketika Uni Afrika disetujui menjadi anggota penuh.

Pretoria sebelumnya menolak permintaan Washington agar Marc Dillard, kuasa usaha AS di Afrika Selatan, mewakili Amerika Serikat dalam serah terima seremonial kepresidenan G-20. 

Pemerintah menegaskan bahwa Ramaphosa tidak akan berinteraksi dengan pejabat berpangkat lebih rendah. Sebagai ganti, proses serah terima berlangsung secara tertutup antara para diplomat di Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan. (Bloomberg/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya