Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Xi Jinping Kirim Sinyal Keras ke Trump: Taiwan Bagian Tatanan Pascaperang

Haufan Hasyim Salengke
25/11/2025 11:45
Xi Jinping Kirim Sinyal Keras ke Trump: Taiwan Bagian Tatanan Pascaperang
Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan saat mereka meninggalkan pertemuan bilateral di Pangkalan Udara Gimhae pada 30 Oktober 2025, di Busan, Korea Selatan.(Andrew Harnik/Getty Images)

DALAM percakapan terbaru antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump, kedua pemimpin mengencangkan arah hubungan Amerika Serikat–Tiongkok sambil menjaga stabilitas. Namun bayang-bayang Taiwan justru semakin menguat sebagai titik kritis. Xi mengirim sinyal keras soal warisan pascaperang hingga penegasan bahwa Taiwan adalah garis merah, ujian sesungguhnya bagi arah baru kedua negara.

Xi menggarisbawahi perlunya Beijing dan Washington menjaga momentum perkembangan hubungan bilateral yang stabil untuk mencapai kemajuan yang lebih positif, seraya menekankan pentingnya Tiongkok dan Amerika Serikat untuk bersama-sama menjaga hasil kemenangan dalam Perang Dunia II.

Xi menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (24/11) malam.

Xi berbicara tentang pertemuannya dengan Trump di Busan, Korea Selatan, bulan lalu serta konsensus penting yang mereka capai selama pertemuan tersebut.

Menurutnya, pertemuan tersebut telah mengkalibrasi ulang arah hubungan Tiongkok-AS yang sangat besar dan memberikan lebih banyak momentum agar hubungan tersebut dapat terus melaju dengan mantap, mengirimkan sinyal positif kepada dunia.

Ia mengatakan bahwa sejak pertemuan di Busan, hubungan Tiongkok-AS secara umum telah mempertahankan lintasan yang stabil dan positif, yang disambut baik oleh kedua negara maupun komunitas internasional.

"Apa yang telah terjadi sekali lagi menunjukkan bahwa gambaran kerja sama Tiongkok-AS yang menguntungkan kedua belah pihak dan konfrontasi yang merugikan kedua belah pihak mencerminkan akal sehat yang telah berulang kali dibuktikan oleh pengalaman, dan visi Tiongkok dan AS yang saling membantu untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran bersama merupakan prospek nyata yang dapat dicapai," ujar Xi.

Ia menyerukan kedua negara untuk mempertahankan momentum ini, berpegang teguh pada arah yang benar, dan menjunjung tinggi sikap kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan.

Tegaskan Posisi Taiwan

Xi menegaskan kembali sikap berprinsip Tiongkok terkait masalah Taiwan, menekankan bahwa kembalinya Taiwan ke Tiongkok merupakan bagian penting dari tatanan internasional pascaperang. Tiongkok dan AS pernah bersatu melawan fasisme dan militerisme, dan mengingat apa yang sedang terjadi, lebih penting untuk bersama-sama menjaga hasil kemenangan dalam Perang Dunia II, ujarnya.

Sementara Trump mengatakan Presiden Xi adalah seorang pemimpin yang hebat. Ia menyatakan bahwa ia menikmati pertemuan dengan Xi di Busan dan ia sepenuhnya setuju dengan Xi atas komentarnya tentang hubungan bilateral.

Ia mengatakan bahwa kedua belah pihak secara komprehensif mengimplementasikan konsensus penting yang mereka capai pada pertemuan di Busan.

AS mengakui peran penting Tiongkok dalam kemenangan Perang Dunia II dan memahami pentingnya masalah Taiwan bagi Tiongkok, ujar Trump.

Kedua pemimpin juga membahas krisis Ukraina. Xi menekankan bahwa Tiongkok mendukung semua upaya yang kondusif bagi perdamaian, dan berharap semua pihak akan terus mempersempit perbedaan mereka untuk mencapai perjanjian perdamaian yang adil, langgeng, dan mengikat guna menyelesaikan krisis ini hingga ke akar-akarnya. (China Daily/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya