Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

50 Anak Berhasil Kabur dari Penculikan Massal di Nigeria, Ratusan Lainnya Masih Dicari

Thalatie K Yani
24/11/2025 05:55
50 Anak Berhasil Kabur dari Penculikan Massal di Nigeria, Ratusan Lainnya Masih Dicari
Sebanyak 50 anak berhasil melarikan diri dari penculikan massal di sekolah Katolik di Niger State, Nigeria. Ratusan siswa dan guru masih hilang.(AFP)

SEBANYAK 50 dari 315 anak yang diculik kelompok bersenjata dari sebuah sekolah Katolik di Niger State, Nigeria, Jumat, dikabarkan berhasil melarikan diri. Christian Association of Nigeria menyebut mereka telah kembali dan dipertemukan dengan keluarga masing-masing.

Operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan militer, polisi, dan kelompok penjaga lokal masih berlangsung untuk menemukan 265 anak lainnya beserta 12 guru yang ikut diculik. Aksi ini menjadi salah satu kasus penculikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, bahkan melampaui jumlah korban penculikan Chibok tahun 2014.

Perintah penutupan sekolah dikeluarkan di beberapa negara bagian, termasuk Kebbi, Niger, Katsina, Yobe, dan Kwara, menyusul dua insiden penculikan besar dalam waktu berdekatan. Pada Senin, 20 siswi dari sebuah sekolah berasrama di Kebbi juga diculik. Di Kwara, 38 jemaat gereja yang sempat diculik pekan lalu telah dibebaskan, meski dua orang tewas dalam serangan itu.

Para siswa dan guru St. Mary’s School di Papiri diculik sekitar pukul 02.00 waktu setempat ketika kelompok bersenjata menyerbu asrama sekolah. Gubernur Niger State, Mohammed Umaru Bongo, mengumumkan penutupan semua sekolah di wilayah tersebut sambil menegaskan situasi ini “bukan saatnya saling menyalahkan.”

Paus Leo XIV

Paus Leo XIV menyampaikan “kesedihan yang mendalam” dan mendesak pemerintah Nigeria segera memastikan keselamatan para korban. Dari kalangan orangtua, suasana penuh kecemasan menyelimuti komunitas sekolah. Seorang wali murid, Dominic Adamu, mengatakan, “Semua orang lemah… Ini mengejutkan semua orang.” Sementara seorang perempuan yang kerabatnya turut menjadi korban menangis. “Saya hanya ingin mereka pulang,” ujarnya.

Pemerintah Niger State menuding pihak sekolah melanggar perintah sebelumnya untuk menutup fasilitas asrama setelah adanya peringatan peningkatan ancaman keamanan. Pihak sekolah belum memberikan komentar.

Penculikan untuk mendapatkan uang tebusan, yang dilakukan kelompok kriminal lokal yang disebut “bandit”, menjadi masalah serius di Nigeria. Meski pemerintah melarang pembayaran tebusan, praktik tersebut masih marak terjadi.

Presiden Nigeria Bola Tinubu menunda sejumlah perjalanan luar negeri, termasuk kunjungan ke KTT G20 di Afrika Selatan, untuk fokus menangani situasi keamanan.

Di tengah isu internasional terkait dugaan penargetan kelompok tertentu, pemerintah Nigeria menegaskan kekerasan dilakukan terhadap siapa pun yang menolak ideologi kelompok ekstrem, baik Muslim, Kristen, maupun mereka tanpa afiliasi agama.

Konflik dan serangan kelompok bersenjata terus menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Nigeria. Sementara keluarga para korban kini masih berharap kabar keselamatan dari ratusan anak yang belum ditemukan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik