Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Taiwan Edarkan Panduan Krisis saat Ketegangan dengan Tiongkok Memanas

Ferdian Ananda Majni
22/11/2025 12:10
Taiwan Edarkan Panduan Krisis saat Ketegangan dengan Tiongkok Memanas
pesawat Tiongkok.(Al Jazeera)

OTORITAS Taiwan merilis panduan krisis terbaru yang berisi instruksi menghadapi bencana alam maupun kemungkinan invasi Tiongkok. Dokumen itu dibagikan secara massal ketika tensi dengan Beijing kembali naik.

Pemerintah mulai mengirimkan booklet berwarna oranye setebal 32 halaman tersebut ke jutaan rumah di seluruh wilayah, baik melalui kotak surat maupun diselipkan di bawah pintu. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan publik terhadap berbagai potensi ancaman.

Isi Panduan dan Tujuan Distribusi

Panduan berjudul Jika Terjadi Krisis ini memuat petunjuk mulai dari penyusunan tas darurat, langkah saat sirene serangan udara berbunyi, hingga cara memberikan pertolongan pertama. 

Selain risiko bencana, panduan ini juga memperingatkan tentang upaya disinformasi dari pasukan asing yang bermusuhan yang dapat melemahkan ketahanan masyarakat jika terjadi serangan Tiongkok.

"Jika terjadi invasi militer ke Taiwan, klaim apa pun bahwa pemerintah telah menyerah atau negara dikalahkan adalah salah," tegas panduan tersebut.

Edisi cetak ini merupakan pertama kali pemerintah menyediakan pedoman darurat dalam bentuk fisik, setelah hanya tersedia secara daring. 

Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, mengatakan kepada legislator bahwa distribusi versi cetak penting agar kelompok masyarakat tanpa akses digital tetap mendapatkan informasi.

"Salinan cetak memastikan bahwa para lansia di area-area perdesaan atau siapa pun yang tidak memiliki akses ke perangkat digital tetap dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan," ujarnya.

Reaksi Publik, Dukungan dan Kritik

Sebagian warga menyambut positif inisiatif tersebut. Jay Tsai, warga Taipei berusia 31 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa memiliki panduan itu memberikan rasa aman. "Saya berharap kita tidak akan pernah membutuhkannya, tetapi rasanya melegakan untuk memilikinya," ujarnya.

Chi Chien-han, tokoh masyarakat berusia 43 tahun, menilai panduan ini mengingatkan publik agar tetap waspada. "Saya pikir ini cukup membantu. Ini mengingatkan kita untuk tetap waspada daripada bersikap seolah-olah tidak ada yang penting," katanya.

Namun kritik juga muncul. Chiang Chu-hsuan, pemimpin komunitas berusia 60 tahun, menyebut program ini sebagai pemborosan uang dan menilai pemerintah seharusnya fokus mencegah konflik. Legislator oposisi, Yeh Yuan-chih dari Partai Kuomintang, mempertanyakan biaya percetakan dan distribusi booklet tersebut.

Ancaman Tiongkok dan Latar Belakang Keamanan

Beijing selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Pada Oktober 2025, pemerintah Tiongkok kembali menegaskan bahwa opsi kekuatan militer tidak pernah dikesampingkan untuk menyatukan kembali pulau tersebut.

Dalam setahun terakhir, Tiongkok beberapa kali menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan, sementara Taipei juga meningkatkan latihan pertahanannya sebagai respons terhadap tekanan yang terus meningkat. (AFP/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya