Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Penemuan Es Berusia 6 Juta Tahun di Antarktika Ungkap Rahasia Iklim Purba di Bumi

Bimo Aria Seno
09/11/2025 22:18
Penemuan Es Berusia 6 Juta Tahun di Antarktika Ungkap Rahasia Iklim Purba di Bumi
Para peneliti sedang menyiapkan alat bor di wilayah Allan Hills, Antartika.(Sumber: Julia Marks Peterson, COLDEX)

PARA ilmuwan berhasil menemukan potongan es berusia 6 juta tahun di Antarktika, menjadikannya es tertua yang pernah ditentukan usianya secara langsung. Penemuan ini membuka jendela baru untuk memahami iklim purba Bumi

Temuan tersebut dipublikasikan pada 28 Oktober di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Menurut peneliti utama Sarah Shackleton dari Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts, inti es tersebut berfungsi seperti mesin waktu yang memungkinkan ilmuwan menelusuri kondisi Bumi jutaan tahun silam. 

Es kuno ini ditemukan di kawasan es biru Allan Hills, Antarktika Timur, antara tahun 2019 hingga 2023. Wilayah itu terletak di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai salah satu tempat paling ekstrem di bumi.

Tim peneliti melakukan pengeboran hingga kedalaman 100-200 meter untuk mengambil sampel es. Usia lapisan tersebut ditentukan melalui pengukuran peluruhan radioaktif isotop argon yang terperangkap dalam gelembung udara di dalam es. Selain itu, analisis isotop oksigen menunjukkan bahwa wilayah Allan Hills mengalami penurunan suhu sekitar 12 derajat Celsius selama enam juta tahun terakhir.

Lapisan es ini berasal dari masa Miosen, periode yang berlangsung antara 23 juta hingga 5,3 juta tahun lalu. Saat itu, Bumi jauh lebih hangat dibanding sekarang, permukaan laut lebih tinggi, dan dihuni oleh hewan purba seperti kucing bertaring pedang, gajah purba, serta badak Arktik.

Penelitian ini juga melibatkan ilmuwan dari Oregon State University. Mereka menilai, dengan mempelajari inti es, para ilmuwan dapat menelusuri kadar gas rumah kaca dan suhu lautan purba untuk memahami pola alami perubahan iklim di masa lalu.

Pengetahuan ini penting untuk membandingkan kondisi Bumi masa kini yang tengah memanas akibat aktivitas manusia dan emisi gas rumah kaca. Es kuno di Allan Hills bisa bertahan karena kombinasi unik dari faktor alam, termasuk pergerakan lapisan es yang sangat lambat, topografi pegunungan yang menjebak es di tempatnya, serta kondisi cuaca ekstrem. 

Shackleton menjelaskan, angin kencang di kawasan tersebut terus menyapu salju baru, sementara suhu yang sangat rendah membuat pergerakan es hampir berhenti. “Kondisi inilah yang membuat Allan Hills menjadi salah satu lokasi terbaik di dunia untuk menemukan es tua yang dangkal, sekaligus salah satu tempat paling menantang untuk bekerja di lapangan,” ujarnya. (livescience.com/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya