Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Penemuan Raksasa Granit Merah Muda di Bawah Gletser Antartika Ungkap Masa Lalu Bumi 

Thalatie K Yani
13/2/2026 09:01
Penemuan Raksasa Granit Merah Muda di Bawah Gletser Antartika Ungkap Masa Lalu Bumi 
Batu granit merah muda (MM-02) bertengger di atas batuan dasar di Pegunungan Hudson.(Joanne Johnson)

DARI kejauhan, Antartika tampak seperti hamparan es putih yang statis. Namun, jauh di kedalaman, terjadi interaksi kompleks antara es, batuan, dan air yang menentukan masa depan planet kita. Baru-baru ini, para ilmuwan berhasil mengungkap rahasia besar yang terkubur di bawah Gletser Pine Island. Sebuah deposit granit raksasa yang mengubah pemahaman kita tentang sejarah benua beku tersebut.

Penemuan ini bermula dari teka-teki keberadaan bongkahan batu granit berwarna merah muda yang tersebar di antara batuan vulkanik gelap di Pegunungan Hudson. Selama puluhan tahun, asal-usul batuan ini tidak diketahui, hingga tim dari British Antarctic Survey (BAS) melakukan investigasi mendalam.

Melacak Jejak Zaman Jurassic

Melalui pengukuran peluruhan radioaktif pada kristal mineral, para ilmuwan menemukan granit tersebut terbentuk sekitar 175 juta tahun yang lalu, tepatnya pada periode Jurassic. Namun, usia batuan tidak menjelaskan keberadaannya di lokasi tersebut.

Jawaban akhirnya ditemukan melalui survei udara menggunakan sensor gravitasi. Data tersebut mengungkap adanya deposit granit masif di bawah es dengan lebar hampir 100 kilometer dan tebal tujuh kilometer, setara dengan separuh luas wilayah Wales.

"Sangat luar biasa, bongkahan granit merah muda yang terlihat di permukaan telah menuntun kita pada raksasa yang tersembunyi di bawah es," ujar Dr. Tom Jordan, penulis utama dan ahli geofisika di BAS. "Dengan menggabungkan penanggalan geologis dan survei gravitasi, kami tidak hanya memecahkan misteri asal batuan ini, tetapi juga mengungkap informasi baru tentang bagaimana lapisan es mengalir di masa lalu dan bagaimana ia mungkin berubah di masa depan."

Kunci Memahami Laju Pelelehan Es

Ribuan tahun lalu, saat Zaman Es terakhir, Gletser Pine Island jauh lebih tebal dan kuat. Gletser tersebut mencabik bongkahan granit dari dasarnya, membawanya melintasi bentang alam, dan meninggalkannya di Pegunungan Hudson seiring menipisnya lapisan es. Setiap bongkahan batu ini kini berfungsi sebagai catatan sejarah posisi gletser di masa lalu.

Memahami fondasi tersembunyi ini sangat krusial, karena jenis batuan di bawah gletser menentukan kecepatan pergerakan es. Granit dapat menciptakan gesekan yang memperlambat laju es, namun saluran air lelehan di bawahnya juga bisa mempercepat alirannya. Saat ini, Gletser Pine Island merupakan salah satu wilayah dengan laju pelelehan tercepat di Antartika.

Dr. Joanne Johnson, ahli geologi BAS, menekankan pentingnya temuan ini bagi populasi pesisir dunia.

"Dengan mengidentifikasi sumbernya, kami mampu menyusun bagaimana batu-batu itu sampai ke posisi mereka sekarang, memberikan petunjuk tentang bagaimana Lapisan Es Antartika Barat dapat berubah di masa depan, informasi yang sangat penting untuk menentukan dampak kenaikan permukaan laut bagi populasi pesisir di seluruh dunia," jelasnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Communications Earth & Environment ini membuktikan bahwa bongkahan batu merah muda di gunung beku lebih dari sekadar kerikil biasa. Mereka adalah saksi bisu yang menghubungkan awal mula terbentuknya Bumi dengan kondisi iklim kritis saat ini. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya