Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, John Bolton, resmi didakwa atas tuduhan pidana oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ). Ia didakwa dalam dugaan penanganan informasi rahasia secara tidak semestinya.
DOJ mengajukan kasus tersebut ke dewan juri federal di Maryland, Kamis (16/10). Dewan juri menyatakan terdapat cukup bukti untuk mengeluarkan dakwaan terhadap Bolton.
Dakwaan ini muncul setelah FBI menggeledah rumah dan kantornya pada Agustus lalu, dalam rangka penyelidikan terhadap kemungkinan pelanggaran terkait dokumen rahasia. Bolton, 76, menjadi tokoh ketiga yang dikaitkan dengan proses hukum terhadap pengkritik Donald Trump dalam beberapa minggu terakhir, setelah mantan Direktur FBI James Comey dan Jaksa Agung Negara Bagian New York Letitia James.
Bolton belum memberikan komentar resmi. Namun, pengacaranya, Abbe Lowell, sebelumnya menegaskan kliennya “menangani catatan secara tepat dan sesuai prosedur.”
Bolton dipecat dari pemerintahan Trump pada 2019. Setahun kemudian, ia menerbitkan memoar berjudul The Room Where It Happened, yang menggambarkan Trump sebagai presiden yang kurang memahami geopolitik dan lebih fokus pada upaya mempertahankan kekuasaan.
Gedung Putih sempat menggugat untuk mencegah penerbitan buku tersebut, dengan alasan berisi informasi rahasia yang belum melalui proses peninjauan keamanan. Namun, pengadilan menolak permintaan itu dan buku tetap diterbitkan beberapa hari kemudian. Setelahnya, Departemen Kehakiman membuka penyelidikan terkait kemungkinan Bolton membocorkan informasi rahasia dalam buku tersebut.
Menanggapi kabar dakwaan ini, Donald Trump mengatakan ia tidak mengetahui detail kasusnya, namun menilai Bolton sebagai “orang jahat.” Sebelumnya, Trump pernah menyebut Bolton sebagai “pembohong” dan “sangat tidak kompeten,” bahkan sempat menyerukan agar ia “diprosekusi.”
Sekitar waktu penggeledahan rumah Bolton, Direktur FBI Kash Patel menulis di platform X, “Tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.” Pesan itu kemudian dibagikan oleh Jaksa Agung AS Pam Bondi, yang menambahkan, “Keamanan Amerika bukan hal yang bisa dinegosiasikan. Keadilan akan ditegakkan. Selalu.”
Bolton, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk PBB di era George W. Bush, kini menjadi figur terbaru di antara para kritikus Trump yang menghadapi dakwaan pidana. (BBC/Z-2)
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Ribuan petugas TSA AS mogok kerja akibat penutupan pemerintah. Agen ICE kini dikerahkan ke 14 bandara utama untuk mengatasi antrean panjang dan kekacauan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved