Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Para astronom kembali disuguhi panorama kosmik yang menakjubkan: sebuah galaksi yang tampak “tertarik” oleh gravitasi galaksi-galaksi tetangganya, dengan cahaya lembut bintang-bintang muda menyala di sudut-sudutnya.
Messier 96, galaksi spiral yang berjarak 35 juta tahun cahaya di rasi Leo, kini menjadi sorotan Teleskop Hubble. Dalam citra terbarunya, galaksi ini terlihat miring dan tidak simetris: lengan-lengannya timpang, terdistribusi tidak seimbang, inti galaksi bergeser dari pusat, sementara awan gas dan debu berhamburan jauh ke luar. Semua ini adalah jejak tarikan gravitasi yang kuat dari galaksi-galaksi tetangganya.
Lengan spiralnya bercahaya biru, tanda bintang-bintang muda, sementara semburat merah muda dari awan gas menandai kawasan kelahiran bintang. Di pinggiran galaksi, awan gas dan debu masih membungkus bintang-bintang yang baru lahir. Observasi ultraviolet dan optik membantu astronom menyingkap bagaimana struktur gas serta debu ini memengaruhi cahaya, sekaligus bagaimana bintang muda mengubah lingkungan galaksi yang melahirkannya.
Lebih jauh ke masa lalu, teleskop Atacama Cosmology Telescope (ACT) di Chile menghadirkan potret yang lebih purba: cosmic microwave background (CMB), sisa cahaya dari Big Bang, tercipta ketika alam semesta baru berusia 380.000 tahun.
CMB ini bukan sekadar “sisa cahaya”. Pola polarisasinya, arah getar cahaya, menjadi petunjuk tentang dinamika gas primordial hidrogen dan helium, serta bagaimana gravitasi mulai menggumpalkan materi hingga menaburkan benih bagi lahirnya bintang dan galaksi pertama.
Bagi astronom, CMB adalah “foto bayi” kosmik: dokumentasi langkah pertama semesta dalam perjalanan panjang menuju terang bintang-bintang. (Z-10)
Para astronom Tiongkok mengungkap dugaan keberadaan sistem tiga lubang hitam (triple black hole system).
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Tahukah kamu Bumi berputar dan melaju luar biasa cepat di angkasa? Meski bergerak lebih dari 100.000 km per jam, kita sama sekali tak merasakannya. Inilah penjelasan ilmiahnya.
Kini, bukti terbaru menguatkan dugaan bahwa lubang kolosal ini adalah sisa tumbukan meteorit raksasa dari miliaran tahun silam.
Studi terbaru Technion mengungkap bahwa sebagian besar planet di alam semesta mungkin merupakan "planet nakal"—planet yang tidak lagi terikat pada bintang induknya.
Lapisan es di sekitar sebuah bintang muda di galaksi Awan Magellan Besar menyimpan kejutan bagi dunia sains. Molekul-molekul kompleks yang menjadi dasar kehidupan berhasil teridentifikasi
Penemuan air berat di sekitar bintang muda V883 Orionis menunjukkan bahwa air tersebut lebih tua dari bintangnya sendiri.
Teleskop James Webb mendeteksi cincin air beku di sekitar bintang muda HD 181327. Penemuan ini buka peluang baru pencarian kehidupan di luar tata surya.
Teleskop James Webb mendeteksi adanya es air kristalin di sistem bintang muda, membuka wawasan baru tentang pembentukan planet dan potensi kehidupan di luar Tata Surya.
Hasil pengamatan ini membuka babak baru dalam pemahaman ilmiah tentang bagaimana planet-planet terbentuk dan berevolusi dari cakram gas dan debu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved