Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah upaya mediasi internasional untuk menghentikan konflik di Gaza, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan tekadnya untuk menghancurkan Hamas sampai ke akar-akarnya. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (2/7), meskipun kelompok militan Palestina itu menyatakan tengah mempertimbangkan proposal gencatan senjata baru dari mediator Qatar dan Mesir.
Netanyahu belum menanggapi klaim mantan Presiden AS Donald Trump, yang menyebut Israel telah menyetujui gencatan senjata selama 60 hari. Namun, menjelang pertemuannya dengan Trump di Washington pekan depan, Netanyahu menegaskan: "Kami akan membebaskan semua sandera dan menghapus Hamas dari muka bumi."
Hamas, melalui pernyataan resminya, menyebut sedang mengadakan "konsultasi nasional" untuk membahas proposal terbaru yang mencakup penghentian agresi, penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan bantuan kemanusiaan segera bagi penduduk.
Di tengah negosiasi politik, kekerasan di lapangan tak mereda. Serangan militer Israel pada Rabu menewaskan sedikitnya 47 orang di Gaza, menurut badan pertahanan sipil Palestina. Salah satu korban adalah Dr. Marwan Al-Sultan, direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara.
Sementara itu, serangan udara Israel juga menghantam tenda pengungsi di wilayah Al-Mawasi—yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman. Lima anggota satu keluarga tewas dalam serangan itu. Warga setempat menangis dan bertanya: “Apa salah mereka? Mereka datang ke sini karena mengira tempat ini aman.”
Gambar dari kota Khan Yunis memperlihatkan bayi-bayi berdarah dilarikan ke rumah sakit Nasser, sementara seorang pria berteriak panik, "Anak-anak! Anak-anak!"
Serangan juga terjadi di dekat lokasi distribusi bantuan makanan di Rafah dan wilayah tengah Gaza, menewaskan sedikitnya enam orang, menurut laporan lokal.
Militer Israel menyatakan sedang beroperasi untuk "membongkar kemampuan militer Hamas" dengan mematuhi hukum internasional dan meminimalkan korban sipil. Seorang tentara Israel berusia 19 tahun dilaporkan tewas dalam pertempuran di Gaza utara.
Pada Rabu malam, militer kembali mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di tiga lingkungan Kota Gaza, meminta mereka pindah ke Al-Mawasi. Juru bicara militer dalam bahasa Arab, Avichay Adraee, menyebut operasi militer akan diperluas ke pusat kota dan seluruh wilayah Gaza, serta menegaskan bahwa semua lokasi peluncuran roket akan menjadi target serangan.
Militer juga melaporkan berhasil mencegat dua proyektil yang diluncurkan dari Gaza utara ke wilayah Israel.
Menurut sumber yang mengetahui jalannya negosiasi, proposal terbaru tidak jauh berbeda dari usulan sebelumnya: gencatan senjata selama 60 hari, di mana Hamas akan membebaskan separuh sandera yang masih hidup di Gaza. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sejumlah tahanan Palestina.
Hingga kini, dari total 251 orang yang diculik oleh militan Palestina pada Oktober 2023, sebanyak 49 masih ditahan di Gaza. Militer Israel menyatakan bahwa 27 di antaranya telah meninggal.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan ada "tanda-tanda positif" dan menekankan bahwa Israel serius ingin mencapai kesepakatan pembebasan sandera dan gencatan senjata.
Perang yang berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023—yang menewaskan 1.219 orang di Israel, sebagian besar warga sipil—telah memicu respons militer besar-besaran dari Israel. Hingga kini, lebih dari 57.000 orang tewas di Gaza, sebagian besar juga warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. PBB menyatakan angka tersebut dapat dipercaya. (AFP/Z-2)
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Gelombang serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Gencatan senjata yang dimediasi AS berada di ambang kolaps.
Israel setuju buka terbatas Gerbang Rafah untuk pejalan kaki sesuai rencana AS, dengan syarat Hamas kembalikan semua sandera dan hasil inspeksi keamanan ketat.
Tiga jurnalis Palestina tewas saat bertugas untuk lembaga bantuan Mesir di Gaza.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved