Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERGANTUNGAN Pakistan pada sistem pertahanan udara HQ-9 buatan Tiongkok kini tengah menghadapi ujian besar setelah gagal mencegat serangan udara India dalam operasi lintas batas terbaru yang dilakukan oleh New Delhi.
HQ-9, yang selama ini dipromosikan sebagai alternatif ekonomis dari sistem pertahanan Patriot milik AS dan S-300 Rusia, terbukti tak mampu mendeteksi maupun menetralisasi satu pun pesawat atau rudal India dalam konfrontasi yang penuh risiko tersebut.
Dilansir The Economic Times, Jumat (16/5), kegagalan ini memunculkan kekhawatiran mendalam di kalangan analis militer dan calon pembeli internasional.
Alih-alih memberikan perlindungan berlapis seperti yang dijanjikan, sistem HQ-9 justru dinilai tidak efektif dalam menghadapi serangan presisi tinggi dari India.
Masalah yang terjadi kemungkinan mencerminkan kelemahan sistemik, mulai dari deteksi radar, kecepatan respons peluncuran, hingga protokol keterlibatan—bukan sekadar kendala teknis sesaat.
Strategi India
India mengungkapkan bahwa keberhasilan serangannya ke wilayah yang dikuasai Pakistan diperoleh melalui strategi pengacauan dan peperangan elektronik yang mutakhir.
Dalam waktu hanya 23 menit, Angkatan Udara India mampu menghantam beberapa target terduga teroris tanpa harus memasuki wilayah udara Pakistan.
Pemerintah India menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari efektivitas sistem pertahanan udara buatan dalam negeri, yang juga terbukti mampu menghadapi respons balik Pakistan berupa serangan rudal dan drone.
Sementara itu, ketergantungan Pakistan pada peralatan militer impor tidak cukup mampu membendung serangan atau menyusun pertahanan yang memadai.
Tiongkok diragukan
Kegagalan alat-alat militer buatan Tiongkok yang digunakan oleh Pakistan mencoreng reputasi Beijing sebagai eksportir senjata global yang sedang berkembang.
Diketahui bahwa sekitar 80% persenjataan militer Pakistan berasal dari Tiongkok, namun dalam konfrontasi kali ini, peralatan utama seperti rudal jarak jauh PL-15 dan sistem HQ-9 tidak menunjukkan performa yang memadai.
Yang paling disorot adalah kegagalan rudal PL-15 yang diluncurkan dari jet tempur J-10C buatan Tiongkok.
Rudal yang diklaim sebagai tandingan AIM-120D milik Amerika Serikat itu diketahui gagal mengenai sasaran atau mengalami malfungsi saat berada di udara.
Coreng reputasi
Kinerja buruk sistem pertahanan Tiongkok tidak hanya mencoreng reputasi militernya, tapi juga memberikan dampak signifikan di pasar keuangan.
Saham perusahaan pertahanan di Tiongkok anjlok hingga 9%, menghapus lonjakan nilai yang sebelumnya dipicu oleh harapan lonjakan ekspor di tengah ketegangan India-Pakistan.
Seiring munculnya citra satelit dan laporan investigasi yang membuktikan kegagalan operasional tersebut, kepercayaan investor terhadap industri persenjataan Tiongkok ikut terguncang.
Negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara yang sebelumnya mempertimbangkan pembelian sistem pertahanan Tiongkok seperti HQ-9 kini diperkirakan akan meninjau kembali keputusan mereka. Sebab, senjata yang terlihat menjanjikan di atas kertas ternyata belum teruji keandalannya di medan tempur.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem pertahanan yang terbukti efektif, aspek keandalan kini jauh lebih diutamakan ketimbang harga. (Fer/I-1)
KETEGANGAN antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah serangan teroris di Pahalgam, Kashmir India, bulan lalu, tepatnya 22 April 2025.
DUTA Besar Pakistan untuk Amerika Serikat, Rizwan Saeed Sheikh, mengatakan India bertanggung jawab untuk bisa meredakan ketegangan antara dua negara.
Pakistan akan merespons dengan sangat keras setiap tindakan eskalasi yang dilakukan oleh pemerintahan India.
Honor meluncurkan Honor 500 Pro Molly edisi ulang tahun ke-20 hasil kolaborasi dengan Pop Mart. Smartphone edisi terbatas ini hadir dengan desain eksklusif, kamera 200MP, dan baterai 8.000mAh.
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
Ledakan besar terjadi di pabrik baja Baogang United Steel, Mongolia Dalam, Tiongkok. Dua orang tewas, 84 luka-luka, dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Xi Jinping umumkan kemitraan strategis baru. Upaya Kanada kurangi ketergantungan pada AS di tengah perang tarif Trump.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved