Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran, Masoud Pezeshkian, mengunjungi korban selamat yang dirawat di rumah sakit akibat ledakan besar, yang mengguncang salah satu pelabuhan utama negara itu. Ledakan itu menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai sekitar 1.000 orang lainnya.
Kunjungan pada Minggu (27/4) ini dilakukan setelah ledakan besar sehari sebelumnya di pelabuhan Shahid Rajaee, yang terletak di luar Bandar Abbas, di provinsi Hormozgan, Iran Selatan.
Setibanya di lokasi, Pezeshkian mengucapkan terima kasih kepada para petugas pertama yang tiba, dengan mengatakan, “Kami datang untuk melihat langsung apakah ada hal atau masalah yang bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.”
“Kami akan berusaha untuk merawat keluarga yang kehilangan orang terkasih mereka, dan kami pasti akan merawat orang-orang terhormat yang terluka,” katanya.
Kemudian, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan “pejabat keamanan dan yudikatif diwajibkan untuk menyelidiki dengan seksama, mengungkap kelalaian atau niat buruk, dan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan”, dalam pesan yang disampaikan oleh televisi negara.
Sementara itu, kedutaan Rusia mengatakan Moskow mengirimkan beberapa "pesawat yang membawa spesialis" untuk membantu memadamkan api. Menurut Kementerian Situasi Darurat Rusia, salah satu pesawat tersebut adalah pesawat pemadam kebakaran khusus.
Fasilitas tersebut diduga terkait dengan pengiriman bahan kimia yang digunakan untuk membuat bahan bakar rudal.
Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, mengatakan kepada televisi negara “tidak ada kargo impor atau ekspor untuk bahan bakar militer atau penggunaan militer di area tersebut.”
Kantor bea cukai pelabuhan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi negara, ledakan tersebut kemungkinan disebabkan kebakaran yang terjadi di depo penyimpanan bahan berbahaya dan bahan kimia.
Televisi negara Iran juga menyebutkan kebakaran tersebut sudah dalam kendali, dengan pekerja darurat berharap kebakaran akan sepenuhnya padam pada hari Minggu. Sepanjang malam, helikopter dan pesawat kargo berat melakukan penerbangan berulang-ulang di atas pelabuhan yang terbakar, menjatuhkan air laut di lokasi tersebut.
Juga di lokasi pada hari Minggu, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni mengatakan "situasi telah stabil di area utama" pelabuhan. Para pekerja telah melanjutkan pemuatan kontainer dan pembersihan bea cukai.
Seorang pejabat lain yang berada di lokasi, Menteri Perhubungan dan Pembangunan Perkotaan Farzaneh Sadegh, mengatakan hanya satu zona pelabuhan yang terdampak, dan operasi "masih berlangsung normal di beberapa zona lainnya."
Gambar dari lokasi menunjukkan petugas pemadam kebakaran bekerja di antara kontainer kargo yang jatuh dan menghitam, serta mengangkat tubuh korban.
Pihak berwenang telah menutup jalan menuju lokasi, dan rekaman dari area tersebut dibatasi hanya untuk media Iran.
Pihak berwenang juga telah mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Senin, dan tiga hari berkabung di provinsi Hormozgan mulai hari Minggu.
Sementara itu, pesan-pesan yang menyatakan solidaritas dengan Iran dan para korban ledakan datang dari seluruh dunia.
Uni Emirat Arab mengungkapkan "solidaritas dengan Iran" atas ledakan tersebut, dan Arab Saudi mengirimkan belasungkawa, demikian pula Pakistan, India, Turki, Rusia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Hezbollah Lebanon juga menyampaikan belasungkawa, dengan mengatakan bahwa Iran, dengan "iman dan tekad yang kuat, dapat mengatasi kecelakaan tragis ini." (Al Jazeera/Z-2)
Setidaknya 14 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka setelah sebuah truk tangki bahan bakar meledak karena alasan yang tidak diketahui di Pelabuhan Shahid Rajaee.
Getaran massif menghancurkan jendela dan atap gedung-gedung di dekatnya serta menghancurkan mobil-mobil.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved