Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria yang dilaporkan memburu warga Palestina ditangkap selama akhir pekan karena menembak dua warga Israel di Pantai Miami di Florida, Amerika Serikat, setelah mengira mereka sebagai warga Palestina. Ini memicu kemarahan luas di dunia maya.
Pria itu, yang diidentifikasi sebagai Mordechai Brafman, ditahan pada Sabtu (15/2) malam dan menghadapi dua tuduhan percobaan pembunuhan tingkat dua.
Mengutip akun Instagram lokal yang mengunggah tentang kehidupan Yahudi, Miami Herald melaporkan bahwa korbannya ialah seorang ayah dan anak Israel.
Serangan itu memicu perdebatan luas di dunia maya tentang sentimen anti-Arab yang berkembang di AS. Menurut banyak pengguna media sosial, itu dipicu oleh kebencian dan indoktrinasi anti-Palestina dalam komunitas pro-Israel di AS.

Seorang pengguna media social berkata, "Jika seorang Muslim menembak dua orang di Miami karena ia mengira mereka orang Israel, itu akan disebut terorisme dan akan ada liputan media dari awal sampai akhir." Ia mengkritik kurangnya liputan insiden itu dalam berita arus utama.
Menurut laporan penangkapan Brafman, ia mengatakan kepada polisi dalam wawancara, "Saat mengemudikan truk, saya melihat dua orang Palestina dan menembak serta membunuh keduanya."
Tak satu pun dari korban tewas. Polisi mengatakan mereka adalah pengunjung dari Israel.

Seseorang berpendapat bahwa Brafman bertindak dengan impunitas seperti itu di Miami karena mereka telah melakukan jenis kejahatan ini di Tepi Barat dan Gaza. Ini merujuk pada serangan gencar Israel yang terus berlanjut di Gaza dan kekerasan oleh pemukim ekstremis Israel terhadap warga Palestina.
Sementara itu, beberapa pengguna media sosial membagikan tangkapan layar dari akun Facebook salah satu korban. Ia mengeklaim bahwa serangan terhadap dirinya dan ayahnya ialah serangan antisemit.

Beberapa saat setelah ditembak, pria Israel yang menjadi korban penembakan itu menulis di media sosial dan berkata, "Ayah saya dan saya mengalami percobaan pembunuhan dengan latar belakang antisemit."
Dia mengakhiri unggahannya di media sosial dengan kata-kata, "Matilah orang Arab." (MEE/I-2)
Aparat dan media Australia melaporkan keduanya diduga berbaiat kepada ISIS, sehingga insiden tersebut ditetapkan sebagai aksi terorisme.
ALASAN utama di balik desakan AS melarang aplikasi media sosial TikTok yaitu terkait citra Israel, bukan karena ketakutan akan infiltrasi Tiongkok.
PENGADILAN Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Juru bicara Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden mendukung kebebasan berekspresi di kampus-kampus, menyusul semakin meluasnya aksi protes mahasiswa pro-Palestina.
Unjuk rasa ini, antara lain diikuti komunitas Yahudi yang mendesak gencatan senjata segera di Gaza.
Astronot ISS menangkap foto spektakuler wilayah Florida dan Karibia saat malam hari.
Ilmuwan menemukan lumba-lumba di Florida mengalami gejala mirip Alzheimer akibat racun alga beracun. Bukti baru dampak pemanasan laut terhadap otak hewan.
Profesor antropologi Universitas South Florida mengubah data ilmiah tentang krisis tiram di Florida menjadi musik jazz berjudul Oysters Ain’t Safe.
Video polisi pukul pengemudi kulit hitam di Jacksonville, Florida, viral dan picu kemarahan publik. Kasus ini soroti kekerasan berlebihan & rasisme sistemik.
Donald Trump dan Ron DeSantis tampil kompak membuka pusat penahanan imigran yang dijuluki Alligator Alcatraz di Everglades, Florida.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved