Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) berencana mengajukan proposal baru untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza dalam beberapa hari mendatang. Proposal ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan utama di balik kebuntuan selama berbulan-bulan dalam perundingan yang dimediasi oleh AS, Qatar dan Mesir.
“Para mediator terus berkerja mencari uapya gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan Hamas. Sebagian besar kesepakatan telah disepakati," kata para pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut, dilansir Straitstimes, Kamis (5/9).
Dia mengatakan para perunding masih berusaha mencari solusi untuk dua hambatan utama. Di antaranya, tuntutan Israel untuk mempertahankan pasukan di koridor Philadelphi, zona penyangga di Gaza selatan di perbatasan dengan Mesir dan individu-individu tertentu yang akan diikutsertakan dalam pertukaran sandera Hamas dan tahanan Palestina di Israel.
Baca juga : Hamas Beberkan Hambatan Utama Gencatan Senjata di Gaza
Pejabat pertama AS mengatakan rancangan perjanjian baru dapat disepakati minggu depan atau bahkan lebih cepat. "Rasanya waktunya sudah habis. Jangan kaget jika Anda melihat (draf revisi) akhir pekan ini," kata pejabat itu.
Dia mengatakan pembunuhan enam sandera oleh Hamas, yang jenazahnya dikembalikan ke Israel pada akhir pekan kian mempersulit upaya tersebut. Sementara itu, Direktur Badan Intelijen AS atau CIA, William Burns menjadi negosiator utama AS mengepalai sekelompok kecil pejabat senior AS yang mengerjakan rancangan tersebut, mencakup koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah Brett McGurk dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.
“Ada persepsi yang sangat kuat di pihak para perunding bahwa gencatan senjata akan semakin menjauh,” kata pejabat tersebut.
Sejak kunjungan terakhir Blinken ke wilayah tersebut bulan lalu gagal menghasilkan terobosan, para mediator terus melakukan diskusi serius dan pembicaraan tersebut terus berlanjut. Sumber-sumber di Mesir mengatakan bahwa AS telah beralih dari pendekatan yang lebih konsultatif menjadi tindakan memaksakan rencana gencatan senjata kepada para pihak.
Kedua pejabat AS tersebut mengatakan bahwa rencana yang direvisi tersebut bukanlah tawaran akhir dan Washington akan terus mengupayakan gencatan senjata jika rencana tersebut gagal. (I-2)
WARGA Gaza yang telah bertahun-tahun hidup dalam konflik menyambut dengan skeptisisme rencana perdamaian terbaru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Workshop bertujuan melatih para dosen dalam menyusun proposal yang memenuhi standar Dirjen Dikti.
PLTN pertama harus dapat mentrasmisikan listrik ke PLN pada 2032. Hal itu bukan tanpa alasan, karena pada 2034 Pulau Jawa akan kekurangan listrik sebesar 2 GW.
Hamas menyatakan kesiapannya untuk terlibat secara positif dan konstruktif dengan proposal apapun yang berdasarkan pada gencatan senjata permanen.
PERUNDINGAN gencatan senjata antara Israel-Hamas akan berlanjut di Kairo, Mesir, Minggu (3/3). Sementara para pejabat Gaza melaporkan pemboman lebih mematikan kembali terjadi dalam perang
Tentara Iran menembak jatuh 10 drone canggih, total 22.
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
FIFA memantau ketegangan akibat serangan militer AS ke Iran menjelang Piala Dunia 2026, namun memastikan Iran tetap tampil di putaran final.
Laporan media menyebut Amerika Serikat dan Israel menyepakati waktu serangan ke Iran sepekan sebelum perundingan nuklir di Jenewa.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved