Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIDAKNYA 12 orang tewas dan 31 lainnya hilang setelah sebagian jembatan runtuh di provinsi Shanxi, Tiongkok utara, menurut penyiar negara CCTV.
Pihak berwenang mengatakan sebagian jembatan di Kabupaten Zhashui di Kota Shangluo runtuh pada Jumat malam setelah hujan deras dan banjir bandang.
Hingga pukul 12 siang waktu setempat (12 pagi ET) pada Sabtu, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung setelah 17 mobil dan 8 truk jatuh ke sungai, menurut media pemerintah.
Baca juga : Jembatan Penghubung 5 Desa di Luwu Utara Sulsel Ambruk Diterjang Banjir
Otoritas pemadam kebakaran dan penyelamatan nasional Tiongkok mengatakan, Sabtu, mereka telah mengirimkan tim penyelamat yang terdiri dari hampir 900 orang, 90 kendaraan, 20 perahu, dan 41 drone.
"Satu orang telah berhasil diselamatkan," kata CCTV.
Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyerukan upaya penyelamatan maksimal pada hari Sabtu dan mengatakan negara tersebut berada dalam periode kritis untuk pengendalian banjir, mendesak pemerintah daerah untuk mengambil tindakan, menurut laporan Reuters yang mengutip media lokal.
Baca juga : Banjir Bandang Akibat Hujan Deras Terjadi di Bagian Timur Australia
Bagian lain dari Tiongkok sedang bergulat dengan banjir yang menghancurkan, hanya beberapa minggu setelah curah hujan yang langka dan suhu yang terik menciptakan kondisi kekeringan.
Di provinsi tetangga Henan, lebih dari 100.000 orang di seluruh provinsi telah dievakuasi dari rumah mereka akibat banjir, menurut media pemerintah.
Di provinsi Sichuan bagian barat daya, lebih dari 30 orang juga hilang setelah banjir bandang melanda sebuah desa di Kabupaten Hanyuan pada Sabtu pagi, lapor CCTV yang mengutip badan manajemen darurat setempat.
Pihak berwenang mengatakan banjir tiba-tiba terjadi sekitar pukul 2:30 pagi waktu setempat, saat banyak orang sedang tidur dan menyebabkan kerusakan pada rumah, jalan, dan jembatan. (CCN/Z-3)
WARGA Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, harus berjibaku menyelamatkan diri setelah banjir besar di Sumut yang memutus akses utama desa
Warga menyeberangi Jembatan Bontotallasa yang ambruk di Dusun Pakere, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Warga bersama siswa menggunakan jasa rakit penyeberangan untuk melintasi Sungai Krueng Nagan yang menghubungkan Desa Latong dengan Desa Alue Buloh, Aceh.
Hujan dengan intensitas sedang yang terjadi mengakibatkan peningkatnya debit air sungai tinggi serta terkikisnya fondasi jembatan penghubung 4 desa.
Perbaikan mulai dilakukan pada Jumat (7/2). Perbaikan ini dilakukan karena kondisi jembatan yang memiliki panjang delapan meter dan lebar 1,5 meter ini sudah rusak dan nyaris ambruk.
JEMBATAN Mondokan, yang merupakan jembatan kuno peninggalan Belanda di Dukuh Winong, Desa Winong, Kecamatan Gondang, pada Minggu malam (15/12) putus dihantam banjir.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 96s yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved