Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Philippine Institute of Volcanology and Seismology (Phivolcs), Teresito Bacolcol, mengatakan tidak ada letusan lain yang terjadi di Gunung Kanlaon sejak meletus selama enam menit, Senin (4/6) malam.
Namun, Bacolcol menyarankan warga di sekitar area tersebut untuk mengambil langkah pencegahan terhadap abu vulkanik dan gas.
"Belerang dioksida (S02) berbahaya karena dapat mengiritasi mata, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Tingkat keparahan akan bergantung pada konsentrasi gas dan durasi paparan," katanya dalam sesi informasi Bagong Pilipinas Ngayon yang disiarkan televisi pada hari Selasa.
Baca juga : Gunung Kanlaon di Filipina Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 5 Km
Dia menambahkan orang yang sensitif terhadap S02 khususnya adalah mereka dengan kondisi kesehatan seperti asma, penyakit paru-paru dan jantung, serta anak-anak, orang tua, dan ibu hamil.
Bacolcol mengatakan Phivolcs telah menerima laporan tentang bau belerang di Bago City; La Carlota City; La Castellana; dan Canlaon City pada hari Senin.
Beberapa desa di daerah tersebut juga melaporkan hujan abu.
Baca juga : Zelenskyy Puji Dukungan Filipina Terhadap Ukraina
"Tidak ada laporan lain tentang bau belerang yang diterima hari ini. Hujan turun setelah letusan kemarin sehingga S02 tersebar dengan mudah," tambahnya.
Bacolcol mengatakan hanya ada 43 gempa bumi vulkanik yang tercatat di gunung berapi dari pukul 2 pagi hingga tengah hari Selasa.
Letusan pada malam Senin yang menghasilkan plume setinggi 5000 meter cukup mirip ketika Kanlaon meletus pada 9 Desember 2017, menghasilkan kolom letusan setinggi 4 kilometer, Bacolcol menunjukkan.
Baca juga : 4 Pemain Abroad Timnas Indonesia belum Gabung, Ini Jadwal Kedatangan Justin Hubner
"Kanlaon meletus lagi pada 20 Desember 2017, tetapi tidak ada letusan yang diamati karena terjadi sekitar pukul 2 pagi dan awan terselubungi," katanya, menambahkan bahwa ada 412 gempa bumi vulkanik dalam 24 jam setelah letusan.
Sementara itu, Bacolcol mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak data untuk menganalisis apakah letusan terbaru ini bersifat freatic (melibatkan air yang bersentuhan dengan material vulkanik panas) atau magmatik (digerakkan oleh pelepasan magma dan gas vulkanik) atau keduanya bersamaan.
Dia mengingatkan orang-orang yang tinggal di sekitar Gunung Kanlaon untuk menahan diri dari memasuki zona bahaya permanen 4 km untuk meminimalkan bahaya letusan freatic tiba-tiba, longsor batu, dan tanah. (PNA/Z-3)
Upaya penyelamatan di TPA Binaliw Filipina berubah menjadi misi pemulihan jenazah.
Sementara satu kematian sudah dikonfirmasi. Dia mengidentifikasi korban tersebut sebagai seorang wanita berusia 22 tahun.
Gempa bumi M 6,7 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Rabu (7/1). USGS memastikan tidak ada potensi tsunami dan belum ada laporan korban.
ISTANA Kepresidenan Filipina memberikan tanggapan terkait dua pelaku penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia.
Ratusan pekerja migran berduka atas para korban kebakaran terburuk di Hong Kong dalam lebih dari satu abad dan berdoa bagi teman-teman yang hilang.
10 korban tewas dilaporkan akibat banjir bandang, tanah longsor, kabel listrik terekspos, serta runtuhnya rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved