Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PLT. Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan mengatakan gelombang panas ekstrem yang melanda Thailand kemungkinan tidak terjadi di Indonesia.
"Fenomena heatwave kemungkinannya sangat kecil terjadi. Heatwave terjadi di negara daratan (benua) seperti di Thailand, sementara Indonesia berupa negara kepulauan dan berada di wilayah lintang rendah (tropis)," jelas Dodo saat dihubungi, Rabu (1/5).
Sebanyak 77 provinsi di Thailand alami peningkatan suhu panas ekstrem, bahkan 26 provinsi di antaranya capai suhu lebih dari 40 derajat celsius. Suhu tertinggi terjadi di Provinsi Lampang yang alami suhu capai 44,2 derajat celsius.
Baca juga : Ini Rekor Gelombang Panas Terparah di Seluruh Eropa, Asia, dan Amerika
Peningkatan suhu tersebut juga bisa terjadi di negara tetangga yakni Filipina karena berada di garis lintang lebih tinggi dibanding Indonesia. Sehingga meski negara tersebut merupakan negara kepulauan namun cuaca panas ekstrem mungkin terjadi.
"Sementara itu di Filipina walaupun negara kepulauan tapi berada di lintang lebih tinggi dibanding Indonesia sehingga dimungkinkan terjadi gelombang panas," ujar dia.
Cuaca panas juga terjadi di India yang capai rekor tertinggi 41 derajat celcius atau meningkat 5,5 derajat celsius di atas suhu normal.
Di Jakarta rata-rata suhu masih 34-36 derajat celcius atau tergolong panas terik bukan gelombang panas.
(Z-9)
Panas ekstrem juga bisa merusak sistem aliran air di dalam pohon. Udara dapat masuk ke saluran air tanaman, sehingga aliran air terhambat.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
KETUA KNKT Soerjanto Tjahjono meminta kepada PT KAI untuk mewaspadai cuaca panas yang dapat menyebabkan pemuaian rel kereta, sehingga menyebabkan rel bengkok.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) yang kini mencapai level sangat tinggi.
BMKG memprediksi suhu tinggi ini akan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November 2025.
Studi mengungkap batas ketahanan tubuh manusia pada suhu ekstrem, wet-bulb 35°C. Panas ekstrem akibat perubahan iklim bisa memicu heat stroke hingga kematian.
Studi World Weather Attribution ungkap gelombang panas ekstrem yang picu kebakaran hutan Spanyol-Portugal 40 kali lebih mungkin akibat krisis iklim.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Gelombang panas ekstrem akibat krisis iklim menimbulkan dampak serius pada satwa liar di seluruh dunia. Para ahli memperingatkan ancaman kepunahan.
Negara-negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia kini tak lagi sejuk di musim panas.
Uni Eropa mengirimkan dua pesawat pemadam kebakaran ke Spanyol untuk membantu memadamkan kebakaran hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved