Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN wakil presiden Ekuador yang ditangkap selama serbuan yang sangat dikritik terhadap kedutaan besar Meksiko di Quito telah memohon kepada presiden Meksiko, Kolombia, dan Brasil untuk bantuan.
Quito mengirim pasukan keamanannya ke misi diplomatik untuk menangkap Jorge Glas pada 5 April, beberapa jam setelah Meksiko memberinya suaka.
"Saya berada di penjara terburuk di Ekuador dan melakukan mogok makan. Tolong saya," tulis Glas dalam pesan kepada Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador yang bertanggal 15 April dan dilihat oleh AFP, Kamis.
Baca juga : Meksiko Gugat Ekuador ke Pengadilan Internasional atas Serbuan Kedutaan
"Di sini ada penindasan brutal terhadap semua kaum progresif. Hanya bantuan internasional yang bisa melakukan sesuatu," katanya dalam surat yang ditujukan kepada Lopez Obrador, Gustavo Petro dari Kolombia, dan Luiz Inacio Lula da Silva dari Brasil.
Glas, yang menjabat sebagai wakil presiden dari tahun 2013 hingga 2017, menghadapi tuduhan korupsi yang berasal dari masa jabatannya.
Meksiko memutuskan hubungan diplomatik dengan Ekuador setelah serbuan tersebut, yang memicu kritik internasional yang tajam.
Baca juga : Pemimpin Amerika Latin Akan Gelar Konferensi Terkait Serangan Kedutaan Ekuador
Meksiko mengajukan keluhan kepada Pengadilan Internasional di Den Haag yang menuntut penangguhan Ekuador dari Perserikatan Bangsa-Bangsa kecuali Quito meminta maaf atas pelanggaran hukum internasional.
Ekuador menolak untuk mengakui status suaka Glas, dengan mengatakan bahwa tidak sah memberikan suaka dalam kasus kejahatan umum.
Setelah ditangkap, Glas dirawat di rumah sakit karena apa yang disebut pejabat sebagai penolakan pria berusia 54 tahun itu untuk makan di penjara keamanan maksimum Guayaquil, di mana dia kemudian kembali. (AFP/Z-3)
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya siap menjamin keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro mengakhiri ketegangan diplomatik lewat pertemuan perdana yang positif di Gedung Putih.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Ilmuwan temukan genom bakteri penyebab sifilis tertua pada kerangka manusia purba. Bukti baru sejarah penyakit menular di Amerika ribuan tahun silam.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Usai ketegangan meningkat akibat penggulingan Maduro di Venezuela, Donald Trump dan Gustavo Petro sepakat pulihkan komunikasi langsung antara AS-Kolombia.
Presiden AS Donald Trump mengundang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih setelah sebelumnya sempat mengancam akan melakukan intervensi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved