Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Ribuan warga Iran turun ke jalan-jalan di Iran pada Minggu (14/4) pagi untuk menunjukkan dukungan terhadap serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap musuh bebuyutan Israel.
"Kematian bagi Israel!" dan "Matilah Amerika!" teriak para demonstran di Lapangan Palestina di Teheran, tak lama setelah Garda Revolusi mengumumkan peluncuran operasi serangan ini.
Sebuah mural bertuliskan "tamparan berikutnya lebih keras" terlihat di alun-alun tempat sebuah spanduk besar digantung selama berhari-hari yang menyerukan dalam bahasa Ibrani, agar warga Israel "berlindung".
Baca juga : Iran Benarkan Telah Tembakkan Drone dan Rudal ke Israel
Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Iran dan Palestina di samping spanduk bertuliskan “Kemenangan Tuhan sudah dekat”.
Serangan Iran dilakukan sebagai pembalasan atas serangan Israel tanggal 1 April yang meratakan gedung konsuler lima lantai kedutaan Iran di Damaskus dan menewaskan tujuh Garda Revolusi.
Iran sejak itu berjanji akan membalas serangan terhadap Israel. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berjanji bahwa "rezim jahat (Israel) harus dan akan dihukum".
Baca juga : PBB Gelar Pertemuan Darurat Bahas Serangan Iran ke Israel
Media Iran menggambarkan serangan terhadap Israel sebagai serangan yang kompleks karena juga melibatkan sekutu Iran di Yaman, Lebanon, dan Irak.
“Serangan ini tidak hanya datang dari Iran, dan rezim ini (Israel) dihukum dari empat arah,” kata kantor berita Tasnim.
Sekelompok besar demonstran berkumpul di luar kedutaan Inggris di Teheran. Para pendukung serangan balasan ini juga berdemonstrasi di kota terbesar ketiga di Iran, Isfahan, tempat Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, salah satu jenderal yang tewas dalam serangan di Damaskus, dimakamkan.
Baca juga : Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Iran dan Israel
Para pengunjuk rasa juga berkumpul di dekat makam komandan Garda terkemuka Qasem Soleimani di kota selatan Kerman, yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2020 di Bagdad.
Teheran sebelumnya telah meminta Washington untuk tidak terlibat dalam konfliknya dengan Israel, tetapi harapan Iran pupus setelah seorang pejabat Pentagon mengknfirmasi bahwa pasukan AS menembak jatuh pesawat tak berawak yang menuju Israel.
Iran berkeras bahwa mereka bertindak untuk “membela diri” setelah menargetkan misi diplomatiknya di Damaskus. Pihaknya berharap tindakannya tidak akan memicu eskalasi lebih lanjut dan masalah ini dapat dianggap selesai. (AFP/M-3)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
RUSIA kembali memanaskan hubungan dengan Barat setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir terbaru, 9M730 Burevestnik
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan negaranya memiliki sekitar 5.000 rudal antipesawat buatan Rusia jenis Igla-S yang siap digunakan untuk menghadapi kemungkinan ancaman AS.
Pemerintah Rusia sebelumnya telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memasok rudal jarak jauh ke Ukraina.
Putin mengatakan kepada Aliyev bahwa dua rudal antipesawat Rusia meledak beberapa meter dari sebuah pesawat penumpang Azerbaijan Airlines, menewaskan 38 orang di dalamnya.
Delapan jet tempur F-15 dan empat F-35 yang menempuh jarak sekitar 1.500 kilometer ke arah Laut Merah melepaskan rudal balistik ke Qatar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved