Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AUSTRALIA menerapkan kebijakan luar negeri lebih agresif terhadap negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN). Hal itu tercermin dari hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia, di Melbourne, Selasa dan Rabu (6/3).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pengarahannya mengenai KTT tersebut pada Rabu (6/3), mengatakan KTT ASEAN – Australia telah hasilkan dua dokumen, yaitu Melbourne Declaration isinya adalah arah kerja sama di bidang politik-keamanan, ekonomi dan sosial budaya ke depan.
Dokumen yang kedua adalah ASEAN-Australia Leaders Vision Statement isinya adalah visi para pemimpin dalam hadapi berbagai tantangan perubahan geopolitik, geostrategi dan juga geoekonomi.
Baca juga : Presiden Jokowi: ASEAN dan Australia harus Terus Perkuat Kemitraan
Menurut Koordinator Program Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Middle Power Studies Network Radityo Dharmaputra kedua dokumen tersebut menunjukkan bahwa ASEAN kini semakin dipandang oleh Australia.
"KTT-nya berhasil menghasilkan dokumen penting dan komitmen untuk mendekatkan Australia dengan negara-negara ASEAN, serta semakin memosisikan Australia sebagai partner terdekat (dan penting) dari ASEAN," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (6/3).
Menurut Radityo Australia berusaha meningkatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Pasalnya ASEAN satu-satunya kawasan yang paling aman dan disono pertumbuhan ekonominya yang baik.
Baca juga : Australia Siapkan Fasilitas Pembiayaan Investasi di Asia Tenggara
"Ini juga menunjukkan keseriusan Australia untuk bekerja sama dengan ASEAN," katanya.
Terpisah, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Faris Al-Fadhat mengatakan KTT ASEAN-Australia memberikan banyak peluang bagi Indonesia. KTT ASEAN-Australia kali ini sangat spesial karena memperingati ulang tahun kerja sama ASEAN-Australia ke 50.
"Ini momentum untuk mengatasi hambatan kerja sama Indonesia-Australia," katanya.
Baca juga : Jokowi akan Angkat Isu Kemerdekaan Palestina di KTT ASEAN-Australia
Menurut Wakil Rektor UMY ini secara lokasi negara-negara ASEAN dengan Australia sangat dekat seperti Tiongkok dan Jepang. Tetapi nilai perdagangan dan kerja sama lainnya masih minim.
"Australia paling dekat dengan ASEAN namun nilai perdagangannya belum maksimal dibandingkan dengan Jepang dan Tiongkok. Maka wajar prioritas utama KTT kali ini membahas ekonomi, dilanjutkan keamanan dan budaya," jelasnya.
Faris juga mengingatkan Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara-negara ASEAN lain dalam memanfaatkan kerja sama dengan Australia. Malaysia dan Singapura lebih unggul ketimbang Jakat.
Baca juga : Jokowi: ASEAN dan Australia Miliki Kepentingan yang Sama
Hambatan dalam peningkatan ekspor-impor Jakarta-Canberra sudah lama tidak dapat diatasi. Maka Pertemuan Jokowi dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela KTT ini dan salah satunya membahas isu tersebut sudah tepat.
"Saya berharap pertemuan ini dapat meningkatkan kerja sama kedua negara," pungkasnya. (Z-8)
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5% dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
DI tengah upaya pemulihan dan penguatan pariwisata regional pasca-pandemi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menggerakkan kembali sektor perjalanan di Asia Tenggara.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
TIONGKOK mulai mengoperasikan pulau Hainan di selatan sebagai Hong Kong Baru dengan sistem kepabeanan atau bea cukai baru, terpisah dari daratan utama. Bagaimana pengaruhnya terhadap ASEAN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved